Selamat datang di RUMAH SUNAT AL IKHWAH BALI

"Jadikan hidup anda lebih bersih dan sehat"

Rumah Sunat Al Ikhwah Bali (circumcision specialistic in Denpasar Bali dengan hipnoanestesi)

Rumah Sunat Al Ikhwah berdiri pada bulan juli 2006 dan sampai sekarang masih berkhidmad di dalam pelayanan jasa khitan untuk wilayah Bali dan sekitarnya, bahkan pasien yang datang sampai dari makasar, irian jaya, kupang, lombok, jogjakarta, banyuwangi, jember, jakarta, medan dan surabaya. usia pasien yang di layani di RSAI sangat bervariatif, dari umur 0 tahun sampai 90 tahun sering di tangani, tentunya dalam masalah khitan ini tidak ada kata terlambat, umur berapapun bisa dan tidak ada permasalahan. dokter yang bertugas di RSAI adalah dokter yang khusus menangani khitan atau sunat (spesialistik di bidang sunat/khitan), sehingga dari segi pengalaman dan kualitas sudah tidak di ragukan lagi. Yang terbaru adalah kombinasi antara hipnosis sederhana dan anestesi dengan minimal rasa sakit "HIPNOANESTESI", dengan metode bius ini sunat menjadi semakin nyaman dan benar2 bisa tanpa rasa sakit atau minimal sekali rasa sakit (pada anak-anak yang sudah siap sunat secara psikologis). kedepan RSAI akan senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan dan mengembangkan berbagai metode yang lebih canggih, cepat dan tepat untuk khitan atau sunat.

Minggu, 02 April 2017

Risiko yang Mungkin Dihadapi Jika Laki-laki Tidak Sunat

Oleh Arinda Veratamala
Data medis direview oleh dr. Le Thi My Duyen.

Di Indonesia,”sunatan” sudah menjadi tradisi bagi anak laki-laki yang sedang beranjak remaja. Biasanya diadakan pesta sebagai tanda kebahagiaan keluarga bahwa anak laki-lakinya sudah berani disunat. Di balik tradisi tersebut, sunat ternyata memang menyimpan berbagai manfaat, terutama bagi anak laki-laki. Namun, bagaimana dengan anak laki-laki yang tidak sunat?

Penis pada bayi laki-laki baru lahir memiliki kulit tambahan

Bayi laki-laki baru lahir memiliki lapisan kulit pelindung tambahan pada bagian kepala penis (glans). Lapisan kulit ini disebut dengan kulup atau preputium. Saat lahir, preputium ini melekat pada kepala penis dan ini merupakan suatu hal yang normal. Seiring dengan pertumbuhan anak yang makin besar, preputium mulai memisah dari kepala penis secara alami.

Preputium harus benar-benar terpisah dari kepala penis pada saat pubertas atau bisa juga terjadi lebih cepat, saat anak berusia 5 tahun. Biarkan preputium terlepas secara alami, jangan memaksakan preputium terlepas lebih cepat.

Seiring anak bertambah besar, preputium ini biasanya akan dihilangkan atau biasa disebut dengan sunat. Penghilangan preputium (sunat) ini merupakan sebuah tradisi, bentuk kebersihan diri, atau untuk mencegah berbagai penyakit. Namun, bagi sebagian orang mungkin sunat bukan dianggap menjadi sesuatu yang harus dilakukan.

Bagaimana jika penis tidak sunat?

Penis yang tidak disunat membutuhkan perawatan ekstra. Anda harus benar-benar membersihkan penis Anda dengan benar. Tarik preputium sampai berada di posisi yang nyaman dan bersihkan kepala penis yang terlihat sampai bersih. Setelah membersihkannya, pastikan tidak ada residu sabun yang tersisa. Sabun bisa menyebabkan iritasi pada kulit sensitif di kepala penis.

Penis yang tidak disunat lebih rentan terhadap bakteri atau agen penyakit tertentu, sehingga kebersihannya harus benar-benar diperhatikan. Jika tidak, maka laki-laki yang tidak disunat bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti:

Penyakit menular seksual

Laki-laki yang tidak disunat lebih berisiko mengalami gonore dan peradangan pada uretra. Penyakit menular seksual lainnya, seperti sifilis, human papillomavirus, herpes simplex, juga lebih sering terjadi pada laki-laki yang tidak disunat. Selain itu, adanya preputium pada laki-laki yang tidak disunat juga merupakan faktor risiko utama untuk infeksi HIV. Laki-laki yang tidak disunat memiliki risiko HIV sebesar 2-8 kali lebih besar dibandingkan dengan laki-laki yang disunat.

Hal ini bisa terjadi karena pertumbuhan agen yang menyebabkan penyakit menular seksual lebih rentan terjadi pada laki-laki yang tidak disunat. Penghilangan preputium atau sunat dapat melindungi laki-laki dari berbagai penyakit ini.

Kanker penis

Kanker penis bisa terjadi pada laki-laki yang tidak disunat, dan bisa menyebabkan kematian sebesar 25%. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang disunat saat baru lahir tidak ada yang menderita kanker penis. Selain kanker penis, laki-laki yang tidak disunat juga bisa menderita kanker prostat dengan kemungkinan 50-100% lebih besar daripada laki-laki yang disunat.

Peradangan dan infeksi pada penis

Penis yang tidak disunat dapat mengalami berbagai peradangan, seperti peradangan pada kepala penis/ glans (balanitis), peradangan pada preputium (posthitis), dan peradangan pada kepala penis dan preputium (balanoposthitis). Laki-laki yang tidak disunat juga bisa mengalami fimosis, yaitu ketidakmampuan preputium untuk ditarik kembali ke belakang, dan parafimosis, yaitu kondisi penis terjepit karena preputium yang tidak dapat kembali ke posisi normal. Kondisi ini biasa terjadi pada laki-laki yang tidak disunat dan sangat jarang terjadi pada laki-laki yang telah disunat karena preputium sudah dihilangkan.

Apa saja manfaat melakukan sunat?

Sunat merupakan prosedur bedah yang tentunya bisa menyakitkan. Masalah yang bisa Anda alami saat melakukan sunat adalah rasa sakit, risiko perdarahan dan infeksi, iritasi pada kepala penis, dan risiko cedera penis.

Namun di balik risiko yang Anda terima ini, Anda akan mendapatkan manfaat kesehatan. Walaupun hanya menghilangkan sedikit kulit pada penis (preputium), namun terbukti hal ini dapat mencegah berbagai penyakit, seperti:

Infeksi saluran kencing

Kejadian infeksi saluran kencing pada laki-laki ditemukan lebih rendah pada yang disunat dibandingkan dengan yang tidak disunat. Penelitian pada tahun 1982 menunjukkan bahwa infeksi saluran kencing lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki daripada bayi perempuan, dan kemudian terungkap bahwa sebesar 95% bayi yang mengalami infeksi ini ternyata belum disunat. Sunat bisa mencegah pertumbuhan bakteri di bawah preputium, sehingga bisa melindungi Anda dari infeksi saluran kencing.

Kanker prostat

Sunat dapat melindungi laki-laki dari risiko kanker prostat, seperti yang telah dibuktikan oleh penelitian University of Quebec’s INRS-Institut Armand-Frappier di Montreal. Penelitian tersebut menemukan bahwa laki-laki yang disunat saat bayi memiliki risiko 14% lebih kecil untuk mengembangkan kanker prostat dibandingkan dengan laki-laki yang tidak disunat. Selanjutnya, laki-laki yang disunat di usianya yang lebih besar juga memiliki kemungkinan 45% lebih kecil untuk menderita kanker prostat dibandingkan dengan laki-laki yang tidak disunat.

Selain itu, sunat juga dapat menurunkan risiko penyakit menular seksual, mencegah masalah pada penis, dan juga menurunkan risiko kanker penis, seperti yang telah disebutkan di atas. Sunat juga memberi kemudahan bagi Anda untuk membersihkan penis. Penis yang tetap terjaga kebersihannya dapat membantu mencegah berbagai masalah yang berhubungan dengan penis.

Jadi, apakah sunat diperlukan?

Sudah dijelaskan di atas bahwa keuntungan yang didapatkan dari sunat lebih banyak dibandingkan dengan kerugiannya dari sisi kesehatan. Sunat sudah terbukti dapat mencegah laki-laki dari berbagai penyakit. The American Academy of Pediatrics (AAP) juga telah menemukan bahwa manfaat kesehatan dari sunat pada bayi laki-laki yang baru lahir lebih besar dibandingkan dengan risikonya. Namun, sunat mungkin tidak disarankan untuk dilakukan pada bayi prematur.

Jika Anda tidak disunat, bukan berarti Anda harus segera sunat. Hindari risiko berbagai penyakit di atas, terutama infeksi menular seksual, dengan cara membersihkan penis dengan saksama setiap mandi dan setiap selesai buang air. Jangan lupa gunakan pelindung setiap Anda berhubungan seks.

Kamis, 30 Maret 2017

Liburan Nyepi Galungan Kuningan

Bagi yang tinggal di Bali sudah tidak asing lagi akan menjumpai banyak libur sekolah. Salah satu libur sekolah di bali adalah dalam rangka hari raya umat hindu yaitu galungan dan kuningan. Saat hari raya galungan dan kuningan sekolah negeri yang ada di bali libur selama 2 minggu, karena galungan selalu di ikuti dengan kuningan pada minggu depannya. Yang menarik pada tahun ini hari raya galungan kuningan berdekatan dengan hari raya nyepi tahun baru saka. Hal ini menyebabkan libur pada sekolah umum bertambah  karena saat nyepi juga libur. Saat inilah banyak orang tua yang mengambil kesempatan untuk menyunatkan putranya. Karena liburnya lama, 2 minggu plus sebelumnya pas nyepi juga libur. Biasanya yang sunat anak-anak yang sekolah di sekolah negeri. Yang sekolah di sekolah swasta berbasis agama(Islam atau Kristen) biasanya liburnya tidak lama, hanya pada saat hari raya galungannya 3 hari dan saat hari raya kuningannya.  saat liburan galungan kuningan seperti ini jumlah pasien tidak sebanyak liburan semesteran. Akan tetapi Bila di bandingkan dengan hari hari biasa jumlah pasien bisa sampai 5 kali lipat dari bulan-bulan biasanya. Saat liburan inilah saatnya sunat bagi adik-adik sekolah. Salam bersih dan sehat selalu. Rumah sunat al ikhwah Bali

Bocah 9 Tahun Kehilangan Penis karena Gagal Sunat

Oleh Fitri Syarifah pada 31 Des 2016, 14:18 WIB

Liputan6.com, Kuala Lumpur Seorang anak sembilan tahun harus kehilangan penisnya karena kecelakaan yang dialami selama sunat. Dokter terpaksa mengamputasi penisnya karena seorang ahli bedah lain lalai menjalankan tugasnya.

Pengacara di Kuala Lumpur mengklaim, paramedis sengaja mengiris kepala penis anak itu selama operasi. Nahas, ketika dokter bedah ingin menjahit penisnya kembali, kepala penisnya menghitam dan seluruh penisnya harus diamputasi, seperti dilaporkan New York Post.

Melansir laman Metro.co.uk, sabtu (31/12/2016), orangtua dari anak yang tidak disebutkan namanya itu kini meminta kompensasi untuk kesalahan fatal paramedis yang mengubah hidup anaknya. Ayahnya mengatakan, ia sedang berjuang untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan. Sedangkan sang ibu hanya bisa menahan tangis di depan anaknya.

"Dia (anak saya) bertanya, mengapa ibu bersedih? saya mencoba untuk mengendalikan tangis di depannya. Saya tidak bisa berpikir bagaimana hidupnya setelah ini," katanya.

Kini, sang anak telah dipindahkan ke rumah sakit lain untuk operasi penis lebih lanjut

5 Efek Penis Disunat untuk Kehidupan Seks

Oleh Nilam Suri pada 13 Mar 2017, 02:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta 
Kebanyakan pria di Indonesia memiliki penis yang sudah disunat. Walaupun begitu, banyak orang yang menyepelekan efek sunat dan menganggapnya hanya sebagai bagian dari ritual.

Namun, Men's Health memaparkan ada lima cara sunat dapat mempengaruhi kehidupan seorang pria, terutama urusan seks. Berikut lima hal tersebut, ditulis Senin (13/3/2017)

1. Anda akan tahan lebih lama

Memiliki penis yang disunat memungkinkan Anda untuk menunda orgasme, jelas suatu studi yang dilakukan di Turki.

Dalam studi tersebut, pria yang disunat setelah dewasa mengukur berapa lama mereka mencapai klimaks baik sebelum dan sesudah mereka disunat. Para pria itu bisa bertahan rata-rata 20 detik lebih lama setelah tutup penisnya diangkat.

Peneliti lain berspekulasi karena hal ini membuat penis jadi lebih tak sensitif. Hal inilah yang dianggap bisa menjadi pembedanya - namun penelitian masih belum bisa memastikannya.

2. Begitu juga wanita pasangan Anda

Penis disunat buat risiko pria terkena kanker menurun.Suatu studi di Denmark menemukan, wanita yang menikahi pria dengan penis yang disunat melaporkan kesulitan secara seksual, termasuk dalam mencapai orgasme.
Profesor Seks dari Men's Health, Debby Herbenick, Ph.D., mengatakan mungkin studi ini ada benarnya. Dalam bukunya Sex Made Easy, dia menuliskan pengalaman pribadinya.
"Aku bisa merasakan kulit penutup penis bergerak menyentuh dinding vaginaku saat seks. Hal ini adalah sensasi baru dan menyenangkan.... Merasakan kulit kepala penisnya juga sepertinya membuat orgasme jadi lebih mudah saat melakukan seks vaginal."
Tapi ini bukan berarti wanita lebih menyukai pria yang tak disunat - selayaknya segala sesuatu yang berhubungan dengan seks, semuanya adalah pilihan pribadi. Tapi untuk beberapa wanita, kulit kepala penis dapat meningkatkan sensasinya.

3. Risiko Anda terkena kanker menurun

Studi menemukan, wanita jadi lebih lama mencapai orgasme apabila penis pasangannya disunat.
Sebelum Anda merasa sedih tentang masalah orgasme wanita tadi: Pria yang disunat memiliki kemungkinan lebih kecil terkena kanker penis dan prostat, setelah diteliti. Kulit penutup penis bisa menyebabkan inflamasi dan penyakit menular seksual, yang keduanya berkontribusi terhadap berkembangnya kanker, ujar para peneliti.
Tetap saja hal itu bukan berarti semua pria lantas harus disunat (jika Anda tak menginginkannya dan tak bertentang dengan ajaran Anda). Gunakanlah kondom untuk melindungi Anda dari penyakit menular seksual dan pastikan Anda menjaga kebersihan penis (mandi setelah seks, tarik kulit penutup penis Anda ketika membersihkannya) untuk mencegah inflamasi.

4. Anda lebih aman dari penyakit menular seksual

Penis yang disunat menurunkan risiko pria tertular PMS.
Disunat memperkecil risiko Anda tertular HIV dan penyakit menular seksual lainnya, menurut CDC. Dalam suatu studi, para pria di Baltimore, AS, yang diketahui memiliki risiko paparan HIV, dua kali lebih tinggi terinfeksi jika merek tidak disunat.
Para peneliti masih berusaha merumuskan penyebabnya, tapi satu teori adalah karena kulit penutup penis Anda lebih rentan terhadap infeksi HIV dibanding kepala penis.
Penjelasan lain yang masuk akal: Kulit penutup penis berisiko robek saat seks, yang kemudian akan membuat jalan mudah untuk masuknya virus ke dalam tubuh. Atau bisa jadi lipatan kulit penutup penis memberi tempat nyaman bagi bakteri berkembang biak.

5. Kondom lebih menempel

Menggunakan kondom bisa agak sulit pada penis yang tidak disunat, ujar Herbenick. Kulit penutup penis bisa membuat pemasangannya tidak pas, dan kulit itu bisa bergeser di dalam kondom, yang pada akhirnya dapat membuat kondom lepas.
Jika Anda tidak disunat, gunakanlah kondom yang lebih besar. Tarik kulit penutup penis sebelum memasang kondom, lalu dorong kembali kulit penutup penis Anda sambil menahan ujung kondom di tempatnya.
Hal ini memungkinkan kulit penutup penis untuk bergerak lebih bebas saat seks, sekaligus memastikan kondom Anda tetap melekat dengan baik.
Pastikan Anda membenarkan posisi kondom saat seks jika Anda melihatnya bergeser, tekan Herbenick.

Kamis, 19 Mei 2016

Sunat cincin dan sunat metode klem (smartklamp, alisklamp, ismailklamp, gomco clamp)



Sunat metode cincin adalah sunat menggunakan alat yang menyerupai cincin yang di pasang di kulit penis yang di potong , yang mana fungsi dari alat cincin tersebut adalah untuk menggantikan jahitan. Semua sunat dengan metode cincin ini apapun alatnya tidak menggunakan jahitan pada lukanya. Cincin akan di tinggal pada kulit penis yang sudah di potong selama beberapa hari sampai akhirnya harus di lepas. Proses pelepasan cincin tersebut bisa di lakukan sendiri oleh orangtua pasien atau di lakukan di klinik atau tempat sunat. di Indonesia sendiri sudah ada dokter yang menciptakan sendiri alat sunat cincin , yaitu dr Sofin Hadi. Akan tetapi alat ini sampai saat ini kurang di kembangkan sehingga tidak di gunakan secara masal oleh para praktisi sunat baik dokter maupun perawat. Pada awal-awal mendirikan rumah sunat al ikhwah penulis sempat menelpon beliau dan beliau mengatakan bahwa alat ini masih banyak membutuhkan pengembangan lagi, sehingga belum siap untuk di pasarkan lebih banyak. Bahkan sampai sekarang alat cincin yang di pakai oleh dr sofin hadi belum di pasarkan secara bebas.
Setelah sunat cincin sekarang beralih ke sunat metode klem.  Sunat metode klem pada prinsipnya sama dengan sunat metode cincin. Yaitu dengan memasangkan alat klem pada kulit penis yang akan di potong, kemudian setelap posisinya tepat di lakukan pemotongan dengan menggunakan mess atau pisau khusus bedah. Metode klem ini sam dengan metode cincin, yaitu tanpa pendarahan dan tanpa di lakukan penjahitan. Fungsi alat klem sebagai pengganti jahitan dan pengganti perban. Alat klem sendiri ada banyak sekali macamnya, ada smartklamp, ismailklamp, alisklamp, gomcoclamp dan banyak lagi alat dengan akhiran clamp. Di Indonesia sendiri yang paling banyak di jumpai di pasaran adalah smartklamp dan alisklamp. Pada dasarnya prinsip dari kerja dari semua alat klem adalah sama, hanya saja bentuk dan merek aja yang berbeda. Penulis sendiri sudah sering menggunakan alat smartklamp. Dan di rumah sunat al ikhwah metode klem yang dapat dilakukan adalah menggunakan smartklamp.
Sejak rumah sunat ini berdiri, yaitu 2006 sudah sering di lakukan sunat menggunakan metode smartklamp. Adapun kelebihan yang di dapat dari sunat metode smartklamp ini adalah:

  •  Tidak perlu ada jahitan
  • Tidak perlu di verban
  • Tidak ada perdarahan
  • Bisa langsung pake celana dalam dan pakai celana seperti biasa (pada beberapa anak yang sensitive biasanya belum bisa langsung pakai celana atau celana dalam seperti biasa)
  • Pasca di sunat bisa langsung mandi seperti biasa, pada brosurnya di perbolehkan untuk berenang , akan tetapi penulis tidak menganjurkan
  • Anak langsung  bisa beraktivitas seperti biasa (hal ini sangat tergantung pada anaknya sendiri, antara anak satu dengan lainnya tidak bisa di samakan, ada anak yang setelah di sunat langsung lari-lari, tapi ada anak yang setelah di sunat tidak bisa beraktivitas sama sekali selama berhari-hari, tidak ada jaminan dengan alat ini semua langsung bisa beraktivitas)

Adapun kelemahan dari alat smartklamp ini sendiri atau metode klem pada umumnya adalah:

  • Karena tidak ada jahitan , menyebabkan luka lebih rapuh, sehingga kejadian luka terbuka kembali sangat tinggi pada metode ini. Apalagi jika anak tidak bisa diam, aktivitasnya tinggi. Bahkan pernah beberapa pasien kontrol kembali di atas 2 minggu dengan keluhan luka menganga alias terbuka.
  • Setelah lepas alat, lukanya lebih mudah terjadi perdarahan jika ada gesekan.
  • Secara relatif menurut penulis untuk tingkat kesembuhan total lebih lama di bandingkan metode yang di jahit (laser atau manual)
  • Tidak bisa di aplikasikan pada kondisi-kondisi penis tertentu, misal pada kasus postitis yang sudah kronis, phimosis dengan postitis dan pada kondisi adanya alergi pada kulit penis dimana kulit penis menjadi tebal sekali oleh karena peradangan kronis.

Di rumah sunat sendiri kami lebih banyak memakai metode yang di jahit. Adapun metode yang sering kami pakai adalah laser. Untuk metode klem dengan smartklamp sendiri tetap kami layani dengan penjelasn khusus mengenai resiko-resiko nya. Terutama resiko luka tidak di jahit. Oleh karena itu di rumah sunat sendiri lebih menganjurkan metode ini di pakai untuk anak usia di bawah 3 tahun. Dan lebih spesifik lagi pada bayi baru lahir sampai umur 3 bulan dimana bayi belum bisa tengkurap.
Dari penjelasan di atas apapun metode yang kita pilih bukan merupakan kendala untuk dapat melakukan tindakan sunat. di beberapa klinik sunat ada yang lebih menganjurkan memakai metode klem, ada beberapa klinik khitan yang menganjurkan memakai laser dan ada juga yang menganjurkan manual. Semua balik kepada masing-masing untuk dapat memilih metode yang paling tepat dan paling cocok untuk di terapkan. Salam bersih dan sehat selalu Rumah sunat Al Ikhwah.

Rabu, 18 Mei 2016

Sunat Laser menggunakan alat elektrik kauter

Sunat laser merupakan istilah yang sangat popular di dengar oleh masyarakat kita dalam beberapa dekade ini. Mulai buming tahun 1990 an. Saat alat yang keluar pertama kali menggunakan nama laser. Akan tetapi pada dasarnya laser yang di maksud ini bukanlah seperti yang kita bayangkan, yaitu sinar laser. Alat ini merupakan elektrik kauter. Alat ini menggunakan energy panas yang di pakai sebagai alat hemostatik alias untuk menghentikan pendarahan. Alat ini sudah lama ada dan digunakan oleh para ahli khitan baik perawat ataupun dokter. Sebagaimana kita ketahui bahwa khitan atau sunat ini adalah tindakan memotong kulit ujung penis, yang mana di sana terdapat banyak pembuluh darah. Jika terpotong tentunya akan banyak perdarahan. Disini peran elektrik kauter adalah untuk mencegah pendarahan. Jadi disini bukan sebagai pengobatan, akan tetapi untuk mencegah pendarahan. Oleh karena itu penulis kurang setuju dengan pendapat bahwa alat seperti di larang dalam islam, karena dalil yang dipakai adalah tentang larangan pengobatan luka dengan besi panas. Disini posisi elektrik kauter bukan untuk pengobatan akan tetapi buat mencegah pendarahan sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan di dalam pelaksanaan khitan.

Teknologi ini merupakan revolusi yang sangat luar biasa, dimana pada sebelumnya proses sunat harus melewati saat-saat dimana terjadi pendarahan dan sekarang ini bisa di hindari. Istilah laser sendiri sebenarnya juga merupakan islilah salah kaprah, walaupun sebenarnya sah-sah saja kita menyebutnya laser, karena memang dulu memang ada alat serupa yang mereknya laser. Dan di tambah masyarakat yang membesar-besarkan istilah laser ini, kemudian memberikan informasi yang salah. Di rumah sunat sendiri menggunakan alat elektrik kauter di dalam pelaksanaan sunat untuk anak-anak sampai dewasa. Kami lebih memilih memakai alat ini karena lebih simple, alatnya juga bukan alat yang sangat mahal, onderdil alat melimpah sehingga memudahkan didalam pemeliharaan alat dan yang paling uatama adalah dosis panas nya bisa di atur sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan luka bakar. Berbeda dengan beberapa alat yang elemen nya merah padam sehingga sering memberikan efek berupa luka bakar.karena harga dan biaya pemeliharaan tidak mahal, maka Harga yang di berikan ke pasien menjadi bisa di tekan, tidak terlalu mahal. Secara agama juga ga ada masalah di dalam islam tidak ada larangan.

Dari segi luka menurut pengalaman penulis selama ini sama saja dengan sunat konvensional, asalkan dosis yang di pakai saat memotong harus tepat sehingga tidak menimbulkan luka bakar. Walaupun penulis tidak mengadakan penelitian spesifik perbandingan antara metode konvensional dan metode laser elektrik kauter selama ini semua pasien di berikan jadwal kontrol sehingga bisa di lihat perkembangannya.

Saat awal-awal dahulu pernah membandingkan beberapa pasien yang di sunat dengan metode laser elektrik kauter dengan konvensional alias manual ternyata hasilnya sama saja. Malah beberapa pasien memberikan hasil yang lebih bagus, karena dengan minimal atau tanpa pendarahan operator bisa bekerja lebih bagus dan lebih maksimal. Semisal masalah kulit yang di potong, ketika menggunakan elektrik kauter maka apabila di lihat pemotongan di rasa masih kurang atau kurang bagus maka bisa di potong lagi sampai di dapatkan pemotongan yang pas dan memberikan kondisi yang secara estetika lebih bagus. Sedangkan pada metode konvensional operator cenderung segera menjahit lukanya walaupun pemotongan kulitnya kurang pas. Hal tersebut di lakukan agar segera berhenti pendarahannya setelah di jahit. Akhirnya hasil dari pemotongan kulit menjadi kurang bagus dan ketika sembuh menjadi kurang bagus. Untuk masalah kesembuhan juga tidak jauh berbeda , masalah bengkaknya juga hampir sama.

Jadinya dengan kelebihan yang di miliki oleh elektrik kauter kami lebih memilih menggunakannya daripada metode manual. Pada pasien dewasa dimana pembuluh darah sudah sangat besar-besar kami hanya menggunakan metode elektrik kauter ini, kami tidak menyarankan menggunakan manual, karena jika pembuluh darah terbuka maka pendarahan akan lebih hebat. Kecuali memang operator dan asistan susah siap dengan kondisi tersebut.

Di balik kontroversi yang ada di dunia medis saat ini berkaitan dengan pengguaan alat elektrik kauter ini menurut penulis alat ini masih sangatlah relevan dan di butuhkan. Mengingat di rumah sunat al ikhwah pasien begitu banyak dan membludak ketika liburan sekolah, maka metode ini sangatlah di perlukan. Dengan meminimalisir terjadinya pendarahan saat proses khitan maka akan mempercepat dan mumudahkan proses pelaksanaan khitan atau sunat dan memberikan kenyamanan pada orang tua atau yang mengantarkan sunat , karena tidak melihat hal-hal yang mengerikan dengan adanya banyak darah. Sebenarnya ada satu metode lagi yang sekarang ini juga lagi ngetrend yaitu metode klem dengan alat smartklamp alisklamp ismailklamp dan masih banyak lagi alat klamp yang lain yang di rumah sunat al ikhwah juga melayani, Akan tetapi pada bahasan kali ini tidak akan di bahas. Akan di bahas di artikel yang lain.

Di rumah sunat hampir 95 % pasien menggunakan metode laser elektrik kauter ini. Metode ini hampir sama dengan metode konvensional akan tetapi berbeda saat pemotongan kulit penis saja. Jika pada metode manual pemotongan memakai pisau bedah atau gunting, pada laser elektrik kauter ini menggunakan alat elektrik kauter, sehingga langsung menghentikan perdarahan. Proses sunat menjadi tanpa atau dengan minimal pendarahan. Di rumah sunat sudah menggunakan alat ini sejak tahun 2006 berdiri. alat ini sendiri sudah ada sejak tahuna 90 an. Jadi memang sudah lama alat ini ada di dunia per sunat an.

Untuk masalah efek negatif yang selama ini menjadi perbincangan masyarakat , bahwa nanti kedepannya bisa impoten (tidak bisa ereksi atau berdiri) itu merupakan hal yang tidak benar. Alat ini sudah sejak lama di gunakan dan sampai saat ini tidak ada laporan yang mengalami impoten karena di sunat pake laser ini. Untuk bahasan tentang efek alat ini mungkin akan di bahas secara lebih detail pada artikel yang lain. Dengan ini hendaknya masyarakat tidak takut atau khawatir untuk sunat atau khitan dengan metode laser elektrik kauter ini.

Di denpasar Bali rumah sunat al ikhwah sudah melayani sunat atau khitan dengan alat ini sejak tahun 2006 sampai saat ini, di samping metode klem dan manual. Salam bersih dan sehat selalu dari kami rumah sunat al ikhwah.

Senin, 16 Mei 2016

LIBURAN SEKOLAH BERTEPATAN DENGAN BULAN RAMADHAN

Sejak 2015 liburan sekolah bulan juni dan juli bertepatan dengan bulan ramadhan. Pada tahun 2015 setengah akhir dari liburan sekolah adalah bulan ramdhan. Pada 2016 ini hampir seluruh liburan adalah puasa. Hal ini berpengaruh pada distribusi pasien yang datang di rumah sunat. Jika biasanya bulan juni juli bertepatan dengan liburan sekolah pasien full dari awal liburan sampai akhir liburan, saat ini pasien terbagi, tidak full di liburan juni juli , akan tetapi saat liburan desember dan liburan galungan kuningan pasien menjadi lebih banyak dari biasanya. Sehingga jumlah pasien di rumah sunat secara relatif tetap dalam satu tahunnya Di rumah sunat sendiri pasien tidak hanya anak anak saja, akan tetapi banyak juga pasien dewasa bahkan sudah tua umur di atas 60 tahun sering di tangani. Pasien paling tua yang pernah di tangani adalah umur 90 tahun. Bayi baru lahir umur 1 minggu sampai 2 minggu juga sering di tangani. Dari segi agama, untuk saat ini sunat tidak di dominasi hanya untuk yang muslim, akan tetapi banyak sekarang ini dari non muslim yang sunat, baik hindu Kristen buda katolik. Tentunya alas an utama sunat lebih kea rah kebersihan dan kesehatan, karena manfaat sunat sudah tidak terbantahkan lagi. Sudah banyak referensi yang bias di baca baik di internet maupun buku buku literature tentang manfaat sunat. Dari sini dapat di katakana bahwa sunat untuk semuanya tanpa di kotak-kotakkan untuk ras tertentu agama tertentu suku tertentu dan kelompok tertentu. Di rumah sunat al ikhwah sekarang ini memiliki 2 tenaga dokter aktif dan banyak tenaga dokter maupun paramedis terlatih jika di butuhkan saat ada even sunatan masal. 2 tenaga dokter aktif adalah dr chalwan dan dr heri. Kedua dokter memiliki jam terbang yang tidak di ragukan lagi dalam bidang sirkumsisi atau sunat. dengan pengalaman dan jam terbang yang tinggi tentunya akan memberikan kualitas pelayanan yang optimal kepada pasien. Tanggal 13 juni 2016 sudah mulai liburan sekolah untuk wilayah bali. Seminggu sebelumnya untuk sekolah islam ada libur awal ramadhan. Jadinya liburan bakal panjang mulai tgl 5 juni sampai 10 juli. Untuk sekolah islam bisa lebih panjang lagi. Dari panjangnya liburan maka kesempatan untuk sunat menjadi lebih panjang, tinggal pilih waktunya sebelum atau sesudah lebaran. Bagi yang non muslim bias bebas memilih kapan saja. Saat liburan lebaran rumah sunat tetap buka, jadi jangan khawatir selama lebaran tetap bias menangani pasien. Mungkin pas lebaran nya saja libur. Salam bersih dan sehat selalu dari kami, rumah sunat .