Selamat datang di RUMAH SUNAT AL IKHWAH BALI

"Jadikan hidup anda lebih bersih dan sehat"

Rumah Sunat Al Ikhwah Bali (circumcision specialistic in Denpasar Bali dengan hipnoanestesi)

Rumah Sunat Al Ikhwah berdiri pada bulan juli 2006 dan sampai sekarang masih berkhidmad di dalam pelayanan jasa khitan untuk wilayah Bali dan sekitarnya, bahkan pasien yang datang sampai dari makasar, irian jaya, kupang, lombok, jogjakarta, banyuwangi, jember, jakarta, medan dan surabaya. usia pasien yang di layani di RSAI sangat bervariatif, dari umur 0 tahun sampai 90 tahun sering di tangani, tentunya dalam masalah khitan ini tidak ada kata terlambat, umur berapapun bisa dan tidak ada permasalahan. dokter yang bertugas di RSAI adalah dokter yang khusus menangani khitan atau sunat (spesialistik di bidang sunat/khitan), sehingga dari segi pengalaman dan kualitas sudah tidak di ragukan lagi. Yang terbaru adalah kombinasi antara hipnosis sederhana dan anestesi dengan minimal rasa sakit "HIPNOANESTESI", dengan metode bius ini sunat menjadi semakin nyaman dan benar2 bisa tanpa rasa sakit atau minimal sekali rasa sakit (pada anak-anak yang sudah siap sunat secara psikologis). kedepan RSAI akan senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan dan mengembangkan berbagai metode yang lebih canggih, cepat dan tepat untuk khitan atau sunat.

Kamis, 19 Mei 2016

Sunat cincin dan sunat metode klem (smartklamp, alisklamp, ismailklamp, gomco clamp)



Sunat metode cincin adalah sunat menggunakan alat yang menyerupai cincin yang di pasang di kulit penis yang di potong , yang mana fungsi dari alat cincin tersebut adalah untuk menggantikan jahitan. Semua sunat dengan metode cincin ini apapun alatnya tidak menggunakan jahitan pada lukanya. Cincin akan di tinggal pada kulit penis yang sudah di potong selama beberapa hari sampai akhirnya harus di lepas. Proses pelepasan cincin tersebut bisa di lakukan sendiri oleh orangtua pasien atau di lakukan di klinik atau tempat sunat. di Indonesia sendiri sudah ada dokter yang menciptakan sendiri alat sunat cincin , yaitu dr Sofin Hadi. Akan tetapi alat ini sampai saat ini kurang di kembangkan sehingga tidak di gunakan secara masal oleh para praktisi sunat baik dokter maupun perawat. Pada awal-awal mendirikan rumah sunat al ikhwah penulis sempat menelpon beliau dan beliau mengatakan bahwa alat ini masih banyak membutuhkan pengembangan lagi, sehingga belum siap untuk di pasarkan lebih banyak. Bahkan sampai sekarang alat cincin yang di pakai oleh dr sofin hadi belum di pasarkan secara bebas.
Setelah sunat cincin sekarang beralih ke sunat metode klem.  Sunat metode klem pada prinsipnya sama dengan sunat metode cincin. Yaitu dengan memasangkan alat klem pada kulit penis yang akan di potong, kemudian setelap posisinya tepat di lakukan pemotongan dengan menggunakan mess atau pisau khusus bedah. Metode klem ini sam dengan metode cincin, yaitu tanpa pendarahan dan tanpa di lakukan penjahitan. Fungsi alat klem sebagai pengganti jahitan dan pengganti perban. Alat klem sendiri ada banyak sekali macamnya, ada smartklamp, ismailklamp, alisklamp, gomcoclamp dan banyak lagi alat dengan akhiran clamp. Di Indonesia sendiri yang paling banyak di jumpai di pasaran adalah smartklamp dan alisklamp. Pada dasarnya prinsip dari kerja dari semua alat klem adalah sama, hanya saja bentuk dan merek aja yang berbeda. Penulis sendiri sudah sering menggunakan alat smartklamp. Dan di rumah sunat al ikhwah metode klem yang dapat dilakukan adalah menggunakan smartklamp.
Sejak rumah sunat ini berdiri, yaitu 2006 sudah sering di lakukan sunat menggunakan metode smartklamp. Adapun kelebihan yang di dapat dari sunat metode smartklamp ini adalah:

  •  Tidak perlu ada jahitan
  • Tidak perlu di verban
  • Tidak ada perdarahan
  • Bisa langsung pake celana dalam dan pakai celana seperti biasa (pada beberapa anak yang sensitive biasanya belum bisa langsung pakai celana atau celana dalam seperti biasa)
  • Pasca di sunat bisa langsung mandi seperti biasa, pada brosurnya di perbolehkan untuk berenang , akan tetapi penulis tidak menganjurkan
  • Anak langsung  bisa beraktivitas seperti biasa (hal ini sangat tergantung pada anaknya sendiri, antara anak satu dengan lainnya tidak bisa di samakan, ada anak yang setelah di sunat langsung lari-lari, tapi ada anak yang setelah di sunat tidak bisa beraktivitas sama sekali selama berhari-hari, tidak ada jaminan dengan alat ini semua langsung bisa beraktivitas)

Adapun kelemahan dari alat smartklamp ini sendiri atau metode klem pada umumnya adalah:

  • Karena tidak ada jahitan , menyebabkan luka lebih rapuh, sehingga kejadian luka terbuka kembali sangat tinggi pada metode ini. Apalagi jika anak tidak bisa diam, aktivitasnya tinggi. Bahkan pernah beberapa pasien kontrol kembali di atas 2 minggu dengan keluhan luka menganga alias terbuka.
  • Setelah lepas alat, lukanya lebih mudah terjadi perdarahan jika ada gesekan.
  • Secara relatif menurut penulis untuk tingkat kesembuhan total lebih lama di bandingkan metode yang di jahit (laser atau manual)
  • Tidak bisa di aplikasikan pada kondisi-kondisi penis tertentu, misal pada kasus postitis yang sudah kronis, phimosis dengan postitis dan pada kondisi adanya alergi pada kulit penis dimana kulit penis menjadi tebal sekali oleh karena peradangan kronis.

Di rumah sunat sendiri kami lebih banyak memakai metode yang di jahit. Adapun metode yang sering kami pakai adalah laser. Untuk metode klem dengan smartklamp sendiri tetap kami layani dengan penjelasn khusus mengenai resiko-resiko nya. Terutama resiko luka tidak di jahit. Oleh karena itu di rumah sunat sendiri lebih menganjurkan metode ini di pakai untuk anak usia di bawah 3 tahun. Dan lebih spesifik lagi pada bayi baru lahir sampai umur 3 bulan dimana bayi belum bisa tengkurap.
Dari penjelasan di atas apapun metode yang kita pilih bukan merupakan kendala untuk dapat melakukan tindakan sunat. di beberapa klinik sunat ada yang lebih menganjurkan memakai metode klem, ada beberapa klinik khitan yang menganjurkan memakai laser dan ada juga yang menganjurkan manual. Semua balik kepada masing-masing untuk dapat memilih metode yang paling tepat dan paling cocok untuk di terapkan. Salam bersih dan sehat selalu Rumah sunat Al Ikhwah.

Rabu, 18 Mei 2016

Sunat Laser menggunakan alat elektrik kauter

Sunat laser merupakan istilah yang sangat popular di dengar oleh masyarakat kita dalam beberapa dekade ini. Mulai buming tahun 1990 an. Saat alat yang keluar pertama kali menggunakan nama laser. Akan tetapi pada dasarnya laser yang di maksud ini bukanlah seperti yang kita bayangkan, yaitu sinar laser. Alat ini merupakan elektrik kauter. Alat ini menggunakan energy panas yang di pakai sebagai alat hemostatik alias untuk menghentikan pendarahan. Alat ini sudah lama ada dan digunakan oleh para ahli khitan baik perawat ataupun dokter. Sebagaimana kita ketahui bahwa khitan atau sunat ini adalah tindakan memotong kulit ujung penis, yang mana di sana terdapat banyak pembuluh darah. Jika terpotong tentunya akan banyak perdarahan. Disini peran elektrik kauter adalah untuk mencegah pendarahan. Jadi disini bukan sebagai pengobatan, akan tetapi untuk mencegah pendarahan. Oleh karena itu penulis kurang setuju dengan pendapat bahwa alat seperti di larang dalam islam, karena dalil yang dipakai adalah tentang larangan pengobatan luka dengan besi panas. Disini posisi elektrik kauter bukan untuk pengobatan akan tetapi buat mencegah pendarahan sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan di dalam pelaksanaan khitan.

Teknologi ini merupakan revolusi yang sangat luar biasa, dimana pada sebelumnya proses sunat harus melewati saat-saat dimana terjadi pendarahan dan sekarang ini bisa di hindari. Istilah laser sendiri sebenarnya juga merupakan islilah salah kaprah, walaupun sebenarnya sah-sah saja kita menyebutnya laser, karena memang dulu memang ada alat serupa yang mereknya laser. Dan di tambah masyarakat yang membesar-besarkan istilah laser ini, kemudian memberikan informasi yang salah. Di rumah sunat sendiri menggunakan alat elektrik kauter di dalam pelaksanaan sunat untuk anak-anak sampai dewasa. Kami lebih memilih memakai alat ini karena lebih simple, alatnya juga bukan alat yang sangat mahal, onderdil alat melimpah sehingga memudahkan didalam pemeliharaan alat dan yang paling uatama adalah dosis panas nya bisa di atur sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan luka bakar. Berbeda dengan beberapa alat yang elemen nya merah padam sehingga sering memberikan efek berupa luka bakar.karena harga dan biaya pemeliharaan tidak mahal, maka Harga yang di berikan ke pasien menjadi bisa di tekan, tidak terlalu mahal. Secara agama juga ga ada masalah di dalam islam tidak ada larangan.

Dari segi luka menurut pengalaman penulis selama ini sama saja dengan sunat konvensional, asalkan dosis yang di pakai saat memotong harus tepat sehingga tidak menimbulkan luka bakar. Walaupun penulis tidak mengadakan penelitian spesifik perbandingan antara metode konvensional dan metode laser elektrik kauter selama ini semua pasien di berikan jadwal kontrol sehingga bisa di lihat perkembangannya.

Saat awal-awal dahulu pernah membandingkan beberapa pasien yang di sunat dengan metode laser elektrik kauter dengan konvensional alias manual ternyata hasilnya sama saja. Malah beberapa pasien memberikan hasil yang lebih bagus, karena dengan minimal atau tanpa pendarahan operator bisa bekerja lebih bagus dan lebih maksimal. Semisal masalah kulit yang di potong, ketika menggunakan elektrik kauter maka apabila di lihat pemotongan di rasa masih kurang atau kurang bagus maka bisa di potong lagi sampai di dapatkan pemotongan yang pas dan memberikan kondisi yang secara estetika lebih bagus. Sedangkan pada metode konvensional operator cenderung segera menjahit lukanya walaupun pemotongan kulitnya kurang pas. Hal tersebut di lakukan agar segera berhenti pendarahannya setelah di jahit. Akhirnya hasil dari pemotongan kulit menjadi kurang bagus dan ketika sembuh menjadi kurang bagus. Untuk masalah kesembuhan juga tidak jauh berbeda , masalah bengkaknya juga hampir sama.

Jadinya dengan kelebihan yang di miliki oleh elektrik kauter kami lebih memilih menggunakannya daripada metode manual. Pada pasien dewasa dimana pembuluh darah sudah sangat besar-besar kami hanya menggunakan metode elektrik kauter ini, kami tidak menyarankan menggunakan manual, karena jika pembuluh darah terbuka maka pendarahan akan lebih hebat. Kecuali memang operator dan asistan susah siap dengan kondisi tersebut.

Di balik kontroversi yang ada di dunia medis saat ini berkaitan dengan pengguaan alat elektrik kauter ini menurut penulis alat ini masih sangatlah relevan dan di butuhkan. Mengingat di rumah sunat al ikhwah pasien begitu banyak dan membludak ketika liburan sekolah, maka metode ini sangatlah di perlukan. Dengan meminimalisir terjadinya pendarahan saat proses khitan maka akan mempercepat dan mumudahkan proses pelaksanaan khitan atau sunat dan memberikan kenyamanan pada orang tua atau yang mengantarkan sunat , karena tidak melihat hal-hal yang mengerikan dengan adanya banyak darah. Sebenarnya ada satu metode lagi yang sekarang ini juga lagi ngetrend yaitu metode klem dengan alat smartklamp alisklamp ismailklamp dan masih banyak lagi alat klamp yang lain yang di rumah sunat al ikhwah juga melayani, Akan tetapi pada bahasan kali ini tidak akan di bahas. Akan di bahas di artikel yang lain.

Di rumah sunat hampir 95 % pasien menggunakan metode laser elektrik kauter ini. Metode ini hampir sama dengan metode konvensional akan tetapi berbeda saat pemotongan kulit penis saja. Jika pada metode manual pemotongan memakai pisau bedah atau gunting, pada laser elektrik kauter ini menggunakan alat elektrik kauter, sehingga langsung menghentikan perdarahan. Proses sunat menjadi tanpa atau dengan minimal pendarahan. Di rumah sunat sudah menggunakan alat ini sejak tahun 2006 berdiri. alat ini sendiri sudah ada sejak tahuna 90 an. Jadi memang sudah lama alat ini ada di dunia per sunat an.

Untuk masalah efek negatif yang selama ini menjadi perbincangan masyarakat , bahwa nanti kedepannya bisa impoten (tidak bisa ereksi atau berdiri) itu merupakan hal yang tidak benar. Alat ini sudah sejak lama di gunakan dan sampai saat ini tidak ada laporan yang mengalami impoten karena di sunat pake laser ini. Untuk bahasan tentang efek alat ini mungkin akan di bahas secara lebih detail pada artikel yang lain. Dengan ini hendaknya masyarakat tidak takut atau khawatir untuk sunat atau khitan dengan metode laser elektrik kauter ini.

Di denpasar Bali rumah sunat al ikhwah sudah melayani sunat atau khitan dengan alat ini sejak tahun 2006 sampai saat ini, di samping metode klem dan manual. Salam bersih dan sehat selalu dari kami rumah sunat al ikhwah.

Senin, 16 Mei 2016

LIBURAN SEKOLAH BERTEPATAN DENGAN BULAN RAMADHAN

Sejak 2015 liburan sekolah bulan juni dan juli bertepatan dengan bulan ramadhan. Pada tahun 2015 setengah akhir dari liburan sekolah adalah bulan ramdhan. Pada 2016 ini hampir seluruh liburan adalah puasa. Hal ini berpengaruh pada distribusi pasien yang datang di rumah sunat. Jika biasanya bulan juni juli bertepatan dengan liburan sekolah pasien full dari awal liburan sampai akhir liburan, saat ini pasien terbagi, tidak full di liburan juni juli , akan tetapi saat liburan desember dan liburan galungan kuningan pasien menjadi lebih banyak dari biasanya. Sehingga jumlah pasien di rumah sunat secara relatif tetap dalam satu tahunnya Di rumah sunat sendiri pasien tidak hanya anak anak saja, akan tetapi banyak juga pasien dewasa bahkan sudah tua umur di atas 60 tahun sering di tangani. Pasien paling tua yang pernah di tangani adalah umur 90 tahun. Bayi baru lahir umur 1 minggu sampai 2 minggu juga sering di tangani. Dari segi agama, untuk saat ini sunat tidak di dominasi hanya untuk yang muslim, akan tetapi banyak sekarang ini dari non muslim yang sunat, baik hindu Kristen buda katolik. Tentunya alas an utama sunat lebih kea rah kebersihan dan kesehatan, karena manfaat sunat sudah tidak terbantahkan lagi. Sudah banyak referensi yang bias di baca baik di internet maupun buku buku literature tentang manfaat sunat. Dari sini dapat di katakana bahwa sunat untuk semuanya tanpa di kotak-kotakkan untuk ras tertentu agama tertentu suku tertentu dan kelompok tertentu. Di rumah sunat al ikhwah sekarang ini memiliki 2 tenaga dokter aktif dan banyak tenaga dokter maupun paramedis terlatih jika di butuhkan saat ada even sunatan masal. 2 tenaga dokter aktif adalah dr chalwan dan dr heri. Kedua dokter memiliki jam terbang yang tidak di ragukan lagi dalam bidang sirkumsisi atau sunat. dengan pengalaman dan jam terbang yang tinggi tentunya akan memberikan kualitas pelayanan yang optimal kepada pasien. Tanggal 13 juni 2016 sudah mulai liburan sekolah untuk wilayah bali. Seminggu sebelumnya untuk sekolah islam ada libur awal ramadhan. Jadinya liburan bakal panjang mulai tgl 5 juni sampai 10 juli. Untuk sekolah islam bisa lebih panjang lagi. Dari panjangnya liburan maka kesempatan untuk sunat menjadi lebih panjang, tinggal pilih waktunya sebelum atau sesudah lebaran. Bagi yang non muslim bias bebas memilih kapan saja. Saat liburan lebaran rumah sunat tetap buka, jadi jangan khawatir selama lebaran tetap bias menangani pasien. Mungkin pas lebaran nya saja libur. Salam bersih dan sehat selalu dari kami, rumah sunat .

Selasa, 01 Desember 2015

Klinik sunat di denpasar bali

Di semua daerah di Indonsia pasti ada klinik atau tempat yang khusus menangani sunat atau khitan, baik yang menangani dokter ahli yang khusus menangani sunat atau dokter umum yang juga menerima sunat maupun perawat atau mantri yang sudah biasa menangani sunat. Di Denpasar Rumah Sunat Al Ikhwah adalah klinik atau tempat yang dari awal berdiri khusus menangani sunat. Dokter yang full timer di Rumah Sunat adalah dr chalwan yang memang dari awal khusus menangani sunat. Dr chalwan tidak membuka praktek di tempat lain atau kerja di rumah sakit atau klinik lain, hanya full di rumah sunat. Sejak 2006 sampai sekarang full tangani sunat, sehingga dari segi jam terbang sudah di atas 10 ribu pasien selama berpraktek, dengan perhitungan tiap tahun rata2 menyunat 1200-1500 pasien sunat. Pasien tersebar dari seluruh bali dan dari daerah lain seperti jakarta, jogja, surabaya, jember, papua, makasar, lombok, medan, banyuwangi, kupang, sumatra dan kalimantan. Untuk pasien dari luar kota biasanya ada saudara yang tinggal di bali, dan mendapat informasi tempat sunat yang bagus di bali. Rumah sunat sendiri memiliki cara bagaimana sunat terasa nyaman dan tidak sakit, yaitu dengan bius dengan minimal rasa sakit dan di kombinasi dengan hipnosis sederhana. Tentunya tidak semua pasien bisa di kondisikan, hanya pasien yang kooperatif saja yang bisa. Untuk pasien yang ketakutan, nangis, menolak untuk sunat tidak bisa di aplikasikan. Tentunya semakin hari semakin banyak klinik atau tempat yang menangani sunat, akan tetapi untuk kualitas tentunya yang memiliki jam terbang banyak yang bisa di andalkan. Sunat hanya sekali seumur hidup sebaiknya berikan yang terbaik untuk anda maupun keluarga anda. Salam bersih dan sehat selalu. Rumah Sunat Al Ikhwah

Senin, 30 November 2015

mengatasi rasa takut anak saat sunat

Bagaimana Mengatasi Rasa Takut Pada Anak Saat datang Waktunya Untuk Di Sunat. Sunat adalah kegiatan yg sudah seharusnya dilakukan untuk anak laki2 namun kadang hal itu menjadi momok yang cukup menakutkan bagi anak laki2,karena itu ada beberapa hal yg mungkin dapat membantu memberi pengertian kepada anak laki2 kita supaya tidak takut sebelum mereka disunat. Usia anak yg terbaik saat disunat adalah di bawah usia 6 bln,karena pada usia inilah metabolisme tubuh anak berkembang sangat cepat,Sehingga pemulihan lukapun akan lebih cepat. Akan tetapi kebiasaan selama ini di Indonesia adalah ,anak2 disunat pd saat usia Sekolah Dasar,antara 7-12thn. Pada umumnya di saat anak usia tsb biasanya,anak2 sdh lebih mudah diajak komunikasi selain itu mereka juga sdh lebih pandai mengexpresikan kemauannya. Tidak jarang juga si anak meminta sendiri untuk disunat,biasanya mereka merasa malu krn teman2 sepermainannnya atau sebayanya sdh di sunat,atau adakalanya orang tua yg memaksakan si anak untuk disunat,karena menurut orang tua sdh saatnya si anak disunat.Meskipun bagi si anak belum saatnya. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan selama ini, hal terpenting yang harus diingat jgn memaksakan si anak untuk di sunat sesuai kemauan orang tua, karena secara psikologis tidak baik dan akan menimbulkan efek trauma. Karena itu lebih baik sebelum di sunat si anak di beri pengertian sampai dia benar2 memahami betapa pentingnya disunat bagi seorang anak laki2. Beri si anak pandangan yg luas,dan sampaikan semua hal mengenai sunat,agar pada saat tiba waktunya si anak sudah benar2 siap lahir dan bathin. Beberapa hal yg bias kita sampaikan kepada mereka antara lain: 1. Sampaikan bahwa didalam agama islam sunat adalah suatu keharusan dan kewajiban 2. Jika sudah di sunat ibadah kita akan lebih sempurna. 3. Tanda bahwa seorang anak laki2 sudah akil balik 4. Sunat sangat penting untuk menjaga kesehatan, karena jika tidak disunat akan besar kemungkinan terkena infeksi yang disebabkan oleh kuman2, virus, dan jamur 5. Dan bila anak bersedia untuk disunat jangan lupa janjikan hadiah untuk mereka. 6. Pilihlah tempat khusus sunat yang tidak membuat suasana psikologis anak tenang Jika orang tua mengalami kesulitan untuk membujuk si anak,akan lebih baik bila tidak memaksakan kehendak,dan tunggu hingga si anak benar2 siap. Karena bila hal tersebut dipaksakan maka akan menyulitkan proses sunatnya karena anak akan berontak pada saat dilakukan tindakan sunat dan juga proses penyembuhan. Keberhasilan suatu sunat erat kaitannya dengan kondisi psikologis si anak yang memang memegang peran 60%. Bila psikologis anak benar2 siap, dalam arti cukup memahami tentang sunat, dari proses sunat hingga proses penyembuhannya dengan segala resikonya,sepertinya perawatan pasca sunat akan lebih mudah. Hal – hal yang harus diperhatikan adalah, agak sedikit dikurangai aktifitasnya, bila buang air kecil harus dibersihkan, minum obat secara teratur dan lain sebagainya.Maka proses penyembuhan akan lebih cepat. Namun bilang mental si anak belum siap maka hal itu sedikit banyak akan mempengaruhi proses penyembuhan Selain yg tsb diatas harus juga ditunjang dgn metode yg tepat Sangat disarankan untuk memilih metode sunat yg cepat dan praktis,dan dibutuhkan kerjasama yg baik dengan si anak,agar selama proses sunat kemudian proses penyembuhan dan perawatan bisa berjalan dengan baik. Tentunya tidak lepas dukungan orang tua dan keluarga dekat. Selamat Berkhitan..

Penjelasan Medis Fenomena Disunat Jin

KOMPAS.com — Anda mungkin pernah mendengar atau membaca berita adanya anak laki-laki dengan organ penis yang mendadak berubah seperti habis disunat. Masyarakat menyebut fenomena tersebut sebagai "disunat jin". Dalam dunia kedokteran, hal itu sebenarnya merupakan kondisi parafimosis. Kondisi ini terjadi ketika kulit kepala penis tertarik ke belakang, dan tidak bisa dikembalikan ke posisi semula (batang penis). Masyarakat biasanya justru bersyukur jika anaknya mengalami fenomena "disunat jin" karena tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk sunatan. Menurut dr Muhammad Zaien, justru anak yang mengalami parafimosis harus segera disunat. "Kalau tidak disunat, (kulit kepala penis) bisa menjepit leher penis sehingga aliran darah terganggu. Kalau jepitannya kuat, anak bisa kesakitan," kata dokter dari klinik Rumah Sunatan ini. Zaein menjelaskan, parafimosis biasanya terjadi pada anak laki-laki yang mengalami fimosis parsial sehingga kepala penis tidak bisa kembali ke posisi semula. "Biasanya itu sudah bawaan sejak lahir. Karena kulit yang terbentuk kecil, maka saat ereksi atau ada tekanan, kulit akan terdorong ke belakang," paparnya. Oleh karena itu, anak yang mengalami parafimosis sebaiknya harus segera dibawa ke dokter.

Minggu, 29 November 2015

Kisah Bocah Disunat Jin : Saya Takut Disunat Laser, Lalu Saya Berdoa Disunat Tapi Tak Sakit

warga Dukuh Karanggumuk, Desa Jagaprayan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten ini secara tiba-tiba alat kelaminnya sudah dalam keadaan tersunat. Pengalaman gaib itu, dialami Azis ketika ia sedang bermain sepeda di halaman rumahnya, Jumat (29/5/2015) pekan lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Azis yang masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Kadilangon mengaku sebelum kejadian tersebut dirinya mendapat cerita dari seorang temannya kalau sunat itu sakit. Karena cerita temannya itu, Azis lantas takut kalau dirinya disunat. “Saya takut kalau disunat pakai laser, kata teman saya, sunat pakai laser itu sakit. Lalu saya berdoa supaya disunat tapi tidak sakit,” ungkapnya, Jumat (5/6). Sang ayah, Parsono juga membenarkan kalau Azis pernah bercerita kepada dirinya kalau tidak mau disunat pakai laser, sebelum kejadian disunat jin tersebut. “Namun saya tidak tahu soal doanya Azis itu. Baru ketika kejadian itu terjadi, Azis mengaku doa minta disunat tapi tidak sakit,” tuturnya. Menurut Parsono, kejadian disunat jin itu dirinya ketahui, ketika Azis pulang kerumah setelah bermain dengan kondisi menangis, karena merasa perih pada alat kelaminnya.”Lalu saya membuka celananya, saya melihat alat kelamin anak saya sudah seperti disunat dan berwarna kemerahan,”jelas Parsono yang bekerja sebagai petani dan beternak ini. Karena takut, anaknya mengalami hal yang tak diinginkan. Parsono lalu membawa anaknya kepada seorang mantri di desanya. “Setelah kejadian itu, saya membawa anak saya ke mantri. Kata sang mantri alat kelamin anak saya, sudah disunat. Kami pun heran dengan kejadian itu,”ujarnya. Lantaran belum merasa yakin bahwa anaknya disunat karena Parsono tidak merasa menyunatkan anaknya, ia pun membawa anaknya ke seorang bidan dan ke puskesmas yang ada di Gantiwarno. “Bidan dan dokter di puskesmas juga menyatakan anak saya sudah disunat, merekapun heran. Karena saya merasa belum pernah menyunatkan anak saya. Mereka lalu hanya memberikan obat pereda nyeri saja kepada anak saya,”jelasnya. Disisi lain, sang ibu Surarti mengaku bersyukur bila anaknya sudah disunat. Pasalnya, menurutnya, beberapa hari lalu sebelum kejadian itu, Azis bercerita pada dirinya kalau takut dan tidak mau disunat. “Azis memang bilang kepada saya kalau takut dan tidak mau disunat. Oleh karena itu, kejadian yang menimpa Azis ini, saya anggap sebagai berkah,”tuturnya Namun, Surati tidak berani berkata kalau yang menyunat anaknya adalah sosok jin. Ia tidak percaya akan hal itu.”Kalau saya percaya nanti dibilang syirik. Saya yakin ini atas kehendak Allah,”imbuhnya. Surarti juga mengaku keluarga sudah melangsungkan acara bancaan (syukuran,red) kecil-kecilan atas kejadian sunat ajaib yang dialami oleh Azis ini. Dengan mengundang teman-teman Azis dan tetangga terdekat untuk mendoakan Azis. “Syukuran itu kita maksudkan agar Azis bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan sebagai ungkapan syukur kepada Allah,”tutupnya. Penulis: Dani Prima Sumber: JogloSemar.co