Selamat datang di RUMAH SUNAT AL IKHWAH BALI

"Jadikan hidup anda lebih bersih dan sehat"

Rumah Sunat Al Ikhwah Bali (circumcision specialistic in Denpasar Bali dengan hipnoanestesi)

Rumah Sunat Al Ikhwah berdiri pada bulan juli 2006 dan sampai sekarang masih berkhidmad di dalam pelayanan jasa khitan untuk wilayah Bali dan sekitarnya, bahkan pasien yang datang sampai dari makasar, irian jaya, kupang, lombok, jogjakarta, banyuwangi, jember, jakarta, medan dan surabaya. usia pasien yang di layani di RSAI sangat bervariatif, dari umur 0 tahun sampai 90 tahun sering di tangani, tentunya dalam masalah khitan ini tidak ada kata terlambat, umur berapapun bisa dan tidak ada permasalahan. dokter yang bertugas di RSAI adalah dokter yang khusus menangani khitan atau sunat (spesialistik di bidang sunat/khitan), sehingga dari segi pengalaman dan kualitas sudah tidak di ragukan lagi. Yang terbaru adalah kombinasi antara hipnosis sederhana dan anestesi dengan minimal rasa sakit "HIPNOANESTESI", dengan metode bius ini sunat menjadi semakin nyaman dan benar2 bisa tanpa rasa sakit atau minimal sekali rasa sakit (pada anak-anak yang sudah siap sunat secara psikologis). kedepan RSAI akan senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan dan mengembangkan berbagai metode yang lebih canggih, cepat dan tepat untuk khitan atau sunat.

Arsip Blog

Rabu, 21 Desember 2022

DI SUNAT DUKUN SUNAT HASILNYA “HANCUR” WHAAATSS !!!??? HARUS DI APAKAN??

 


                Di suatu siang yang cerah, di rumah sunat al ikhwah yang cukup megah, datanglah ayah dan bunda dengan di sertai putra tercintanya yang masih berumur belum genap belasan tahun. Di sapalah oleh Pak Taka selaku staf di rumah sunat Al Ikhwah yang cukup berwibawa,” ada yang bisa di bantu bapak/Ibu?” Dengan raut wajah agak sedih sang ibu menjawab, “ ini Mas , anak saya sudah pernah di sunat, di kampung , yang nyunat bukan dokter atau mantri sunat, trus sekarang saya liat kok kayaknya jelek banget hasilnya, bagaimana nanti nasib burung anak saya ??? “ . pak Taka pun menjawab dengan senyum sopan sembari mencoba mencairkan suasana agar sang Ibu tidak terlarut dalam kesedihan akan hasil sunat atau khitan putranya, “ hmmmm begitu ya Bu, sambIl tersenyum, “in sya Allah tidak ada masalah Bu, putra ibu kan sekarang terlihat baik-baik saja dan ceria, nanti di liat sm dokternya nggih, harus di apakan atau apa perlu tindakan apa nanti biar pak dokter yang menentukan, kalau tidak dr Heri ya nanti di lihat sm dr chalwan”.

                Seperti biasa sebelum melanjutkan cerita pendek di atas , kami Rumah Sunat Al Ikhwah adalah tempat atau bisa di sebut klinik lah agar lebih keren hehehehe , yang berkhidmad sejak awal berdiri tahun 2006 sampai sekarang melayani pasien khitan atau sunat dengan metode yang aman, nyaman, minim resiko, harga yang minimalis akan tetapi hasil yang maksimalis hehehehe, oleh karena itu jangan ragu untuk mendaftarkan putra ayah bunda di rumah sunat al ikhwah yang ber lokasi di jalan ceningan sari sesetan.

                Kembali pada bahasan tentang hasil sunat yang “HANCUR”. terkadang kita harus mengurai kembali akan arti dan definisi sunat itu sendiri, mulai dari definisi sunat atau khitan, tujuan, target dan hasil yang bagus itu bagaimana, apakah yang begini bagus , apakah yang begitu bagus atau yang bagaimana yang bagus itu sendiri. Oleh karena itu perlu di pertegas kembali hakikat dari sunat atau khitan itu sendiri.

                Tidak bosan-bosan kami selalu menjelaskan kembali inti dari sunat atau khitan adalah agar kepala penis, Bahasa kerennya gland penis tidak tertutup oleh kulit, sehingga dampak negatif dari tertutupnya kepala penis tersebut bisa di hindari. Oleh karena itu sunat ini sangat penting bagi kesehatan.

                Dari istilah “HANCUR” yang di sampaikan sang ibu di atas, kita bisa menilai bahwa hal tersebut di anggap masalah yang cukup serius dan harus mendapatkan solusinya. Akhirnya dokter dari rumah sunat al ikhwah memeriksa hasil sunat dari putra sang ibu, dan di dapatkan bahwa secara bentuk atau Bahasa keren nya secara anatomi memang hasil pemotongan kulit nya tidak merata, dimana pada bagian bawah tersisa kulit yang lumayan banyak sehingga seolah-olah proses sunat yang di lakukan terkesan hanya memotong kulit bagian atasnya saja, sedangkan kulit bagian bawahnya di biarkan saja mengelambir.

                Sebelum lebih jauh kami memberikan penjelasan, kami ingin menjelaskan terlebih dahulu variasi anatomi atau bentuk dari kulit ujung penis itu sendiri. Ada yang kulit nya Panjang banget, ada yang tidak terlalu Panjang dan ada yang kulit ujung nya hanya sedikit. Dahulu , sebelum praktek kedokteran sunat berkembang pesat, yang membantu di dalam proses sunat adalah calak sunat atau dukun sunat yang mana bukan merupakan tenaga medis seperti dokter, perawat ataupun bidan. Tentunya alat yang di gunakan pun sangat sederhana, yang penting tujuan sunat atau khitan tersebut tercapai. Proses pemotongan dari kulit penis, biasanya hanya pada bagian atas nya saja, bahkan beberapa hanya membelah bagian tengah dari kulit ujung saja yang mana istilah keren nya dorsumsisi.  Al hasil, karena pemotongan nya pun tidak full lingkaran penuh maka hasilnya sedikit berbeda dengan hasil sunat sekarang yang tehnik pemotongan nya ful melingkar 360 derajat. Dengan berbagai variasi bentuk kulit di atas maka sisa kulit nya pun yang “menggelambir” di bagian bawah pun akan berbeda-beda pula. Ada yang buanyak karena memang anatomi kulitnya Panjang banget, ada yang sedikit bahkan mendekati sunat seperti sekarang ini karena kulitnya pendek, ada pula yang tengah-tengah. Dari penjelasan tersebut mengakibatkan akan terjadi berbagai macam bentuk sisa kulit, sekali lagi kami tegaskan sisa kulit , bukan bentuk penis, karena bentuk penisnya tidak berubah baik Panjang dan besarnya, alias tetap sama.

                Kemudian dokter dari Rumah SUnat AL Ikhwah kembali memeriksa kepala penis si anak, dan ternyata terlihat full keluar dan tidak tertutup kulit lagi, alias terbuka penuh. Jadi yang di maksudkan sang ibu hasilnya jelek adalah ada sisa kulit yang cukup banyak di bagian bawah penis. Bisa jadi sang ibu membandingkan dengan punya sang ayah kok beda hehehehehe….kok bisa beda , jawaban ada di penjelasan di atas walaupun tehnik sunatnya sama, dan yang kedua bisa jadi saat penis itu ukuran anak-anak sisa dari kulit yang menggelambir di bawah itu kelihatan sangat banyak, akan tetapi seiring dengan perkembangan bentuk dan ukuran penis menjadi bentuk dan ukuran dewasa, maka sisa kulit tersebut akan berubah pula menjadi lebih tidak kelihatan lagi, apalagi saat ereksi alias ngaceng(Jawa) alias kenyang (Bali) malah kulit sisa tersebut tidak kelihatan sama sekali.

                Dari penjelasan di atas, kami menyarankan untuk tidak perlu di lakukan tindakan apa-apa karena memang secara hakikat dan tujuan dari sunat atau khitan itu sendiri sudah tercapai, sudah full terbuka kepala penisnya dan tidak ada tertutup kulit sama sekali, masalah bentuk maka seiring dengan bertambahnya usia dan berubahnya ukuran penis menuju ukuran dewasa maka secara anatomi pun akan menyesuaikan dan menjadi jauh lebih baik dan estetik.

                Alasan selanjutnya adalah, bagaimanapun penis merupakan bagian tubuh yang tersembunyi, dan tidak untuk di tunjuk-tunjukkan, mau bentuk seperti apapun, sisa kulit yang menggelambir sebanyak apapun, asalkan secara fungsional tidak ada masalah, menurut hemat kami tidak perlu di lakukan perbaikan maupun tindakan apapun, toh ketika ereksi juga bentuknya akan sama, bahkan yang tidak di sunat pun kalau kondisi nya normal , saat ereksi juga sama seperti yang sudah di sunat( kalau kita pernah lihat film …teteeeeetttt “sensor” hehehehhe), bedanya hanya saat tidak ereksi, yang sudah di sunat kepala penis tetap terbuka , sedangkan yang belum sunat tertutup kulit, walaupun beberapa kondisi kepala penis tetap terbuka saat tidak ereksi dalam kondisi belum sunat karena memang kulit nya dari lahir memang pendek. Lain hal nya jika sampai mengganggu secara fungsi maka perlu di lakukan tindakan perbaikan agar fungsinya kembali normal.

                Dari penjelasan di atas , tidak serta merta semua yang “ga bagus” menurut versi orang tua memerlukan tindakan perbaikan. Balik lagi kepada tujuan dari sunat atau khitan itu sendiri apabila sudah terpenuhi dan tidak ada gangguan fungsional maka its ok , no problem dan don’t worry nantinya pasti akan bagus pada waktunya hehehehehehe….

                Bagi yang belum sunat , silakan segera mendaftar ke rumah sunat al ikhwah, terutama di wilayah bali dan sekitarnya terkhusu daerah Denpasar , tidak ada kata terlambat untuk menajdi bersih dan sehat, kami di rumah sunat al ikhwah sudah biasa menangani dari usia bayi , anak-anak, remaja, dewasa bahkan sampai usia tua, jadi jangan ragu lagi, kapan lagi , be smart, sunat hanya sekali pilihlah metode yang terbaik , bukan yang terbaru karena yang terbaru belum tentu yang terbaik ..heehehehee peace.…..