Selamat datang di RUMAH SUNAT AL IKHWAH BALI

"Jadikan hidup anda lebih bersih dan sehat"

Rumah Sunat Al Ikhwah Bali (circumcision specialistic in Denpasar Bali dengan hipnoanestesi)

Rumah Sunat Al Ikhwah berdiri pada bulan juli 2006 dan sampai sekarang masih berkhidmad di dalam pelayanan jasa khitan untuk wilayah Bali dan sekitarnya, bahkan pasien yang datang sampai dari makasar, irian jaya, kupang, lombok, jogjakarta, banyuwangi, jember, jakarta, medan dan surabaya. usia pasien yang di layani di RSAI sangat bervariatif, dari umur 0 tahun sampai 90 tahun sering di tangani, tentunya dalam masalah khitan ini tidak ada kata terlambat, umur berapapun bisa dan tidak ada permasalahan. dokter yang bertugas di RSAI adalah dokter yang khusus menangani khitan atau sunat (spesialistik di bidang sunat/khitan), sehingga dari segi pengalaman dan kualitas sudah tidak di ragukan lagi. Yang terbaru adalah kombinasi antara hipnosis sederhana dan anestesi dengan minimal rasa sakit "HIPNOANESTESI", dengan metode bius ini sunat menjadi semakin nyaman dan benar2 bisa tanpa rasa sakit atau minimal sekali rasa sakit (pada anak-anak yang sudah siap sunat secara psikologis). kedepan RSAI akan senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan dan mengembangkan berbagai metode yang lebih canggih, cepat dan tepat untuk khitan atau sunat.

Arsip Blog

Minggu, 29 November 2015

Kisah Bocah Disunat Jin : Saya Takut Disunat Laser, Lalu Saya Berdoa Disunat Tapi Tak Sakit

warga Dukuh Karanggumuk, Desa Jagaprayan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten ini secara tiba-tiba alat kelaminnya sudah dalam keadaan tersunat. Pengalaman gaib itu, dialami Azis ketika ia sedang bermain sepeda di halaman rumahnya, Jumat (29/5/2015) pekan lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Azis yang masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Kadilangon mengaku sebelum kejadian tersebut dirinya mendapat cerita dari seorang temannya kalau sunat itu sakit. Karena cerita temannya itu, Azis lantas takut kalau dirinya disunat. “Saya takut kalau disunat pakai laser, kata teman saya, sunat pakai laser itu sakit. Lalu saya berdoa supaya disunat tapi tidak sakit,” ungkapnya, Jumat (5/6). Sang ayah, Parsono juga membenarkan kalau Azis pernah bercerita kepada dirinya kalau tidak mau disunat pakai laser, sebelum kejadian disunat jin tersebut. “Namun saya tidak tahu soal doanya Azis itu. Baru ketika kejadian itu terjadi, Azis mengaku doa minta disunat tapi tidak sakit,” tuturnya. Menurut Parsono, kejadian disunat jin itu dirinya ketahui, ketika Azis pulang kerumah setelah bermain dengan kondisi menangis, karena merasa perih pada alat kelaminnya.”Lalu saya membuka celananya, saya melihat alat kelamin anak saya sudah seperti disunat dan berwarna kemerahan,”jelas Parsono yang bekerja sebagai petani dan beternak ini. Karena takut, anaknya mengalami hal yang tak diinginkan. Parsono lalu membawa anaknya kepada seorang mantri di desanya. “Setelah kejadian itu, saya membawa anak saya ke mantri. Kata sang mantri alat kelamin anak saya, sudah disunat. Kami pun heran dengan kejadian itu,”ujarnya. Lantaran belum merasa yakin bahwa anaknya disunat karena Parsono tidak merasa menyunatkan anaknya, ia pun membawa anaknya ke seorang bidan dan ke puskesmas yang ada di Gantiwarno. “Bidan dan dokter di puskesmas juga menyatakan anak saya sudah disunat, merekapun heran. Karena saya merasa belum pernah menyunatkan anak saya. Mereka lalu hanya memberikan obat pereda nyeri saja kepada anak saya,”jelasnya. Disisi lain, sang ibu Surarti mengaku bersyukur bila anaknya sudah disunat. Pasalnya, menurutnya, beberapa hari lalu sebelum kejadian itu, Azis bercerita pada dirinya kalau takut dan tidak mau disunat. “Azis memang bilang kepada saya kalau takut dan tidak mau disunat. Oleh karena itu, kejadian yang menimpa Azis ini, saya anggap sebagai berkah,”tuturnya Namun, Surati tidak berani berkata kalau yang menyunat anaknya adalah sosok jin. Ia tidak percaya akan hal itu.”Kalau saya percaya nanti dibilang syirik. Saya yakin ini atas kehendak Allah,”imbuhnya. Surarti juga mengaku keluarga sudah melangsungkan acara bancaan (syukuran,red) kecil-kecilan atas kejadian sunat ajaib yang dialami oleh Azis ini. Dengan mengundang teman-teman Azis dan tetangga terdekat untuk mendoakan Azis. “Syukuran itu kita maksudkan agar Azis bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan sebagai ungkapan syukur kepada Allah,”tutupnya. Penulis: Dani Prima Sumber: JogloSemar.co