Selamat datang di RUMAH SUNAT AL IKHWAH BALI

"Jadikan hidup anda lebih bersih dan sehat"

Rumah Sunat Al Ikhwah Bali (circumcision specialistic in Denpasar Bali dengan hipnoanestesi)

Rumah Sunat Al Ikhwah berdiri pada bulan juli 2006 dan sampai sekarang masih berkhidmad di dalam pelayanan jasa khitan untuk wilayah Bali dan sekitarnya, bahkan pasien yang datang sampai dari makasar, irian jaya, kupang, lombok, jogjakarta, banyuwangi, jember, jakarta, medan dan surabaya. usia pasien yang di layani di RSAI sangat bervariatif, dari umur 0 tahun sampai 90 tahun sering di tangani, tentunya dalam masalah khitan ini tidak ada kata terlambat, umur berapapun bisa dan tidak ada permasalahan. dokter yang bertugas di RSAI adalah dokter yang khusus menangani khitan atau sunat (spesialistik di bidang sunat/khitan), sehingga dari segi pengalaman dan kualitas sudah tidak di ragukan lagi. Yang terbaru adalah kombinasi antara hipnosis sederhana dan anestesi dengan minimal rasa sakit "HIPNOANESTESI", dengan metode bius ini sunat menjadi semakin nyaman dan benar2 bisa tanpa rasa sakit atau minimal sekali rasa sakit (pada anak-anak yang sudah siap sunat secara psikologis). kedepan RSAI akan senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan dan mengembangkan berbagai metode yang lebih canggih, cepat dan tepat untuk khitan atau sunat.

Arsip Blog

Senin, 02 Desember 2019

SUNAT SEMBUH DALAM 1 HARI


Pada kesempatan ini kami dari Rumah Sunat al Ikhwah Sesetan Denpasar Bali ingin membahas tentang proses penyembuhan luka sunat atau khitan. Pada suatu ketika seorang ayah atau ibu dari pasien sunat atau khitan mengatakan kepada teman-temannya yang anak nya mau di rencanakan sunat atau khitan, beliau mengatakan , anak saya sunat sembuh dalam 1 hari, setelah di sunat anak saya yangsung memakai celana kemudian lari-lari main layang-layang. Atau setelah di sunat anak saya langsung sekolah , langsung bisa beraktivitas seperti biasa, langsung sembuh. Hal ini menjadi bahasan yang sudah lama sekali di dunia per sunatan, kadang orang tua membandingkan anak yang satu dengan anak yang lain. Anak yang satu habis di sunat atau khitan langsung bisa beraktivitas seperti biasa sedangkan anak yang satunya habis di sunat belum bisa melakukan apa-apa , cuman bisa tiduran aja sampai beberapa hari sampai akhirnya bisa menjalani aktivitas seperti biasa.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah mungkin luka sunat atau khitan, atau luka pada umumnya sembuh dalam 1 hari?, kira-kira secara nalar  bisa apa tidak, ketika muncul luka, katakanlah luka yang sederhana saja lah, kulit lecet karena tergores sesuatu yang ringan, sembuh dalam 1 hari. Hal ini menjadi ironis sekali ketika ada orang tua anak yang di khitan mengatakan kalau anak saya sunat langsung sembuh. Padahal proses penyembuhan luka itu sendiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar, mulai dari proses darah membeku atau istilah kedokteran nya homeostasis, kemudian menuju proses penyembuhan selanjutnya. Untuk proses secara detail sendiri penyembuhan luka akan ada bahasan tersendiri dan tulisan tersendiri. Apabila di rinci dari awal muncul luka sampai luka sembuh sempurna seperti sedia kala akan membutuhkan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan bahkan tahunan. Dan pada hakekatnya juga kulit dari prosespenyembuhan luka tidaklah bisa sama persis seperti kulit seperti sedia kala sebelum luka terjai, jadi hal ini penting juga di fahami oleh kita semua, akan tetapi akan mendekati kulit normal seperti sedia kala. Jadi pada hakekatnya proses penyembuhan luka butuh proses yang tidak sebentar dan tidak ada sim salabim aba ka dabra luka langsung sembuh, apalagi luka sunat ini bukanlah luka yang sederhana hanya sekedar lecet sedikit di kulit, tapi ini merupakan luka potong, luka terbuka, di daerah yang sangat mobile atau daerah yang senantiasa bergerak dan bergerak, karena penis bisa memanjang saat ereksi dan memendek saat tidak ereksi. Oleh karena itu proses penyembuhan luka sunat atau khitan ini pun tidak se sederhana luka lecet di kulit tangan atau kulit kaki. Hal ini yang perlu di fahami oleh orangtua , sehingga tidak menyalahkan tenaga medis atau dokter yang melakukan sunat, kok anak saya sunat ga sembuh-sembuh atau ga bisa langsung beraktivitas, padahal temennya yang seumuran abis di sunat langsung bisa lari-lari langsung bisa main layang-layang. Semua butuh proses dan kesabaran, dan antara satu anak dan anak yang lain tidaklah sama kondisinya, pun pada anak yang kembar sekalipun dan di sunat oleh dokter yang sama dan dengan metode serta obat yang sama persis, Pasti akan ada perbedaan kondisi setelah di sunat, banyak sekali faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka (akan di bahas di tulisan tersendiri).
Dari uraian di atas marilah kita lebih memahami segala proses yang harus di lalui didalam penyembuhan luka  atau luka khitan pada khususnya, sehingga kita tidak menghakimi yang tidak memiliki dasar ilmu. Kami di Rumah Sunat Al Ikhwah Sesetan Denpasar Bali selalu berusaha  memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien sunat. Kami akan menjelaskan secara detail apapun pertanyaan dari para orangtua anak yg akan di sunat. Dengan adanya informasi yang valid , maka orangtua pasien maupun keluarga pasien akan mengerti dan memahami kondisi yang akan di alami setelah proses sunat di lakukan, dan melakukan hal-hal yang dapat mendukung lebih cepatnya proses penyembuhan luka sunat itu sendiri.
Akhir kata semoga kami dari Rumah Sunat Al Ikhwah Sesetan Denpasar Bali bisa memberikan pelayanan sunat atau khitan yang terbaik kepada semua lapisan masyarakat dan bisa memberikan manfaat dan meng edukasi kepada masyarakat. Tentunya untuk urusan sunat atau khitan serahkan kepada ahlinya yang sudah berpengalaman menangani sunat bertahun-tahun, sunat hanya sekali seumur hidup, berikan yang terbaik, tentunya sebagai Rumah Sunat pertama di Bali kami akan berusaha memberikan yang terbaik. Salam sehat dan bersih selalu dari kami Rumah Sunat Al Ikhwah Sesetan Denpasar Bali.

Minggu, 01 Desember 2019

DR CHALWAN ATAU DR HERI DOKTER AHLI SUNAT DI RUMAH SUNAT AL IKHWAH


Rumah sunat al ikhwah Bali berdiri sejak 2006 silam, sudah sangat lama sekali. Pendiri Rumah Sunat Al ihwah adalah dr Chalwan. Dari awal memang dr Chalwan fokus dan konsen pada penanganan sunat atau khitan. Jadi memang dari awal khusus mempelajari dan menangani pasien sunat  saja. Hampir bertahun-tahun khusus menangani pasien sunat  akhirnya dr chalwan menemukan metode yang sangat nyaman di terapkan pada anak-anak maupun dewasa. Dan metode itu sampai sekarang masih di terapkan di rumah sunat. Pendekatan yang sesuai pada anak di setiap tingkatan usia memberikan sentuhan tersendiri sehingga anak merasa nyaman di sunat. Sunat bukan lagi menjadi hal yang menakutkan atau mengerikan bagi anak-anak atau pasien dewasa sekalipun. Seiring dengan bertambanhnya usia rumah sunat al ikhwah Bali , pasien juga semakin banyak. Sehingga membutuhkan tenaga ahli yang lebih dari satu agar bisa memeberikan pelayanan maksimal kepada pasien. Akhirnya pada tahun 2015 dr chalwan melatih dr heri Wahyudi untuk bisa mendampingi dr Chalwan dalam menangani pasien sunat. Kurang lebih 1 tahun mendampingi dan di latih oleh dr Chalwan akhirnya dr Heri pun siap untuk membantu dr Chalwan di rumah sunat al Ikhwah Bali. Sebelum melepas dr Heri untuk menangani pasien sediri, tentunya telah ada quality kontrol bahwa penangan dr Heri kurang lebih sama dengan dr Chalwan. Jadi orang tua atau pasien rumah sunat al ikhwah Bali tidak usah khawatir dengan kualitas penangan baik dr Heri maupun dr Chalwan. Kualitas penanganan kami sama, tidak berbeda. Jadi kalau selama ini ada pertanyaan , dr Chalwan lebih senior, lebih bagus,lebih ahli itu tidaklah benar. Antara dr Chalwan atau dr Heri memiliki kualitas yang kurang lebih sama. Jam terbang pun dr Heri juga sudah sangat tinggi karena sejak 2015 sampai sekarang  menangani sunat di rumah sunat al ikhawah bali, dimana pasien kami rata- rata per tahun nya lebih dari 1000 pasien di sunat dengan berbagai usia. Oleh karena itu jangan khawatir , dr Chalwan maupun dr Heri akan memberikan pelayanan terbaik untuk sunat. Semoga kami selalu bisa memberikan yang terbaik dalam hal khitan atau sunat kepada masyarakat.

LIBURAN SEKOLAH BULAN DESEMBER 2019 TELAH TIBA


Seperti biasa bulan desember merupakan bulan liburan bagi anak-anak sekolah. Bulan desember ini liburan semester ganjil bagi anak-anak sekolah. Biasanya anak-anak sekolah libur kurang lebih 2 minggu, akan tetapi ada beberapa sekolah yang memberikan liburan lebih dari 2 minggu, biasanya sekolah kristen dan sekolah internasional lebih dari 2 minggu, bisa sampai 3 atau 4 minggu, karena liburan sekolah bebarengan dengan liburan hari raya Natal dan tahun baru. Secara resmi untuk kalender pendidikan Profinsi Bali liburan sekolah mulai tanggal 23 Desember sampai tanggal 4 Januari. Anak-anak mulai masuk tanggal 6 Januari. Untuk sekolah Kristen dan Internasional biasanya di atas tanggal 6 baru masuk sekolah. Sesuai dengan kalender pendidikan profinsi Bali juga mulai ulangan anak-anak sekolah tanggal 2 Desember sampai selesai. Biasanya ulangan sekolah 1 mingguan untuk sekolah umum, untuk sekolah Islam bisa lebih lama karena ada beberapa pelajaran tambahan seperti bahasa arab, aqidah akhlak, fikih dan beberapa pelajaran tambahan lainnya. Ada beberapa sekolah yang memberikan kesempatan ulangan susulan bagi siswanya yang nilainya kurang. Biasanya ada selang kurang lebih 1 minggu dari terakhir ulangan sama penerimaan rapot sekolah. kapan biasanya orang tua mulai merencanakan untuk sunat putra nya?, iya bisanya itulah pertanyaan yang muncul. Seperti biasa sehabis ulangan sekolah anak-anak sudah tidak ada pelajaran lagi. Mereka ke sekolah hanya absen aja, bersih-bnersih kemudian pulang. Jadi hampir tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar di sekolah, hanya menunggu penerimaan rapot aja sampai anak-anak liburan sekolah. Di saat anak-anak selesai ulangan inilah ana-anak bisa di rencanakan untuk proses sunat atau khitan. Terus bagaimana sekolahnya, ya tinggal ijin sama guru kelasnya, toh juga sudah tidak ada pelajaran lagi tinggal menuggu rapotan aja. Jadi seperti biasa di rumah sunat al ikhwah sesetan sudah mulai banyak pasien sunat di saat anak sudah mulai selesai ulangan sekolah. Di saat inilah rumah sunat mulai banyak di datangi orang tua yang mau mendaftarkan sunat atau hanya sekedar mencari informasi tentang sunat. Banyak juga yang daftar sunat lewat no telp yang ada di rumah sunat atau bisa juga lewat whatsapp atau SMS juga bisa. Konsultasi maupun daftar sunat bisa telp Whatsapp atau SMS, semuanya bisa. Untuk masalah tarif masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, belum berubah. Kami memang senior atau paling lama dalam hal berdirinya rumah sunat atau tempat sunat di Bali, akan tetapi bukan berarti kami paling mahal, bukan, kami dari awal berkhidmad untuk membantu masyarakat khususnya masyarakat di Bali, dengan tidak mengenal latar belakang apapun untuk menuju hidup yang lebih bersih hygene dan sehat melalui pelayanan khitan atau sunat. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih bersih dan sehat, usia berapapun bisa. Mulai dari bayi baru lahir sampai usia kakek-kakek pun bisa. Pasien kami mulai usia bayi 0 tahun sampai kakek usia 90 tahun pernah kami tangani. Laki-laki atau perempuan juga bisa. Sebagaimana beberapa masyarakat Muslim ada yang mengambil pendapat ulama bahwa perempuan juga wajib di sunat, maka biasanya di saat anak perempuan lahir, langsung di sunat, atau pada usia batita atau balita. Jadi , tunggu apalagi, bagi orang tua yang putranya sudah siap untuk di sunat alangkah baiknya segera menghubungi rumah sunat al ikhwah sesetan bali untuk mendaftarkan anaknya  sunat. Seperti biasa di rumah sunat al ikhwah selalu ramai pasien sunat saat liburan sekolah, alangkah baiknya apabila orang tua mendaftar kan beberapa hari sebelum sunat, atau saat anak sudah siap sunat segera hubungi rumah sunat untuk di jadwal. Semoga kami bisa selalu memberikan yang terbaik dalam hal khitan atau sunat ini kepada masyarakat.

Selasa, 12 November 2019

NABI MUHAMMAD SAW LAHIR TELAH DALAM KEADAAN SUNAT

Muncul pertanyaan dalam diri kita tentang Rosululloh SAW apakah di sunat , atau Rosulullah SAW lahir dalam keadaan telah di sunat?
Terdapat beberapa pendapat para ulama dalam masalah khitan Muhammad Shalalahu alaihi wasallam. Sebagian ulama berpendapat bahwa beliau telah dikhitan sejak lahir. Artinya, beliau lahir dalam keadaan telah dikhitan.
Namun, ada pula yang menuturkan sebagai berikut, “Kakeknya, Abdul Muththalib, mengkhitannya pada hari ketujuh setelah kelahirannya. Setelah itu, ia mengadakan jamuan khusus dan memberinya nama Muhammad.”
Sedangkan pendapat yang dipandang kuat oleh para ulama besar adalah yang menyebutkan bahwa Muhammad Shalalahu alaihi wasallam dilahirkan dalam keadaan sudah dikhitan.
Beberapa hadist yang menjelaskan tentang permasalahan apakah Nabi Muhammad telah sunat ada banyak akan tetapi kebanyakan lemah, salah satu hadist nya adalah :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: رَسُلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : مِنْ كَرَامَتِيْ عَلَى اللهِ أَنْ وُلِدْتُ مَخْتُوْنًا وَلَمْ يَرَ أَحَدٌ سَوْأَتِيْ
“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Termasuk bagian karamahku (kemuliaanku) dari Allah, aku dilahirkan dalam keadaan telah dikhitan, dan tidak seorang pun melihat auratku.”
Keterangan: hadits ini diriwayatkan oleh at-Thabarani dalam as-Shagir dan al-Ausath, di dalamnya ada Sufyan Ibnul-Fazari, sedangkan dia perawi yang tertuduh dusta (Majma’ az-Zawa’id, 3/392). Demikian juga hadits-hadits yang semakna, semuanya lemah [Imam Adz-Dzahabi dalam Talkhis-nya berkata, “Kami tidak mengetahui keabsahan hadits tersebut, bagaimana mungkin dapat dikatakan mutawatir?” Adapun perkataan (sebagian ulama) hadits tersebut mutawatir maksudnya adalah hadits tersebut sangat masyhur/terkenal, karena terdapat banyak hadits dalam hal ini. (Nadhmul Mutanatsir, hal. 243)]
 Dalam Hadist lain Nabi salallahu’alaihiwasalam menjelaskan:
 الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَتَقْلِيْمُ الأََظْفَارِ وَقَصُّ الشَّارِبِ
Artinya:
Fithrah itu ada lima :
1.    Khitan,
2.    mencukur rambut kemaluan,
3.    mencabut bulu ketiak,
4.    memotong kuku,
5.    dan memotong kumis .
( HR. Al-Bukhary & Muslim )

dalam Hadist lain menjelaskan:
 اخْتَتَنَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام وَهُوَ ابْنُ ثَمَانِينَ سَنَةً بِالْقَدُومِ
Artinya:
Ibrahim ‘alaihissalam telah berkhitan dengan qadum (nama sebuah alat pemotong) sedangkan beliau berumur 80 tahun . ( HR. Al-Bukhary Muslim )
Khitannya Nabi Ibrahim juga tercantum di dalam kitab Perjanjian Lama :
haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.(Perjanjian Lama, Kejadian 17 : 11 ),

& Putra beliaupun nabi ishak di khitan umur 8 hari..
Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. (Kejadian 21:4)

dan ini juga merupakan syari’atnya Nabi Musa. Oleh karena itu Nabi Isa pun berkhitan karena beliau mengikuti syari’atnya Nabi Musa:
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Injil Lukas 2 : 21).
 telah jelas masalah Khitan, Maka Nabi bersabda secara Tegas.
 أَلْقِ عَنْكَ شَعْرَ الْكُفْرِ وَاخْتَتِنْ

Hilangkan darimu rambut kekafiran ( yang menjadi alamat orang kafir ) dan berkhitanlah .
( HR. Abu Dawud , dan dihasankan oleh Syeikh Al-Albany )


Jadi yang jelas dan tegas bahwa perintah khitan ini sudah ada sejak jaman Nabi Ibrahim. Tentunya Nabi Muhammad sebagai penyempurna dan paripurna dari kenabian sebelumnya mengikuti jalan atau milah yang telah di tetapkan sebelumnya. Dan tentunya sebagai umat Islam di wajibkan untuk melakukan Khitan atau sunat ini. Dalam suasana maulid Nabi Muhammad SAW ini mari kita tauladani Uswah Khasanah kita Rosulullah Muhammad SAW dan senantiasa ber Sholawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW

Senin, 11 November 2019

SUNAT TANPA JARUM SUNTIK

SUNAT TANPA JARUM SUNTIK

Sunat dengan metode bius tanpa jarum suntik sudah lama kita dengar. Sejak beberapa tahun terakhir ini berkembang  metode hypnosis, yang mana sangat aplikatif sekali di terapkan di dunia pembiusan.  Bahkan beberapa ahli hipnoterapi berani melaksanakan tindakan operasi murni menggunakan hypnosis, tanpa ada masuk obat anestesi apapun. Dan sebenarnya yang di maksudkan metode tanpa jarum suntik yang benar-benar tanpa jarum suntik adalah metode ini. Sedangkan yang sekarang di promosikan tanpa jarum suntik juga tidak salah, karena memang pada dasarnya memang tidak menggunakan jarum suntik sebagaimana jarum suntik yang di takutkan anak-anak atau bahkan orang dewasa sekalipun. Alat yang di pakai adalah semacam alat seperti ballpoin yang bisa dengan cepat menyuntikkan obat bius dengan dosis tertentu sedikit ke kulit yang di tuju, hanya sebagai bius awal saja. Akan tetapi pada dasarnya tetaplah ada jarum yang di suntikkan ke kulit, jadi tidaklah sama sekali tidak ada jarum yang di suntikkan.  Salah satu manfaat yang di dapatkan juga anak atau pasien sunat tidak melihat bentukan alat yang menakutkan berupa jarum suntik. Hal ini memberikan efek psikologis yang sangat luar biasa. Dalam ilmu hypnosis pengaruh sugesti sangat luar biasa memberikan support yang luar biasa pada seseorang yang membuat seseorang yang awalnya tidak berani menjadi berani, yang awalnya takut menjadi tidak takut, yang awalnya fobia menjadi tidak fobia. Kembali pada sunat tanpa jarum suntik tadi, bahwa prinsipnya adalah memeberikan pendekatan kepada pasien sesuai dengan tingkat pemahaman pasien dan tingkat pengetahuan pasien akan tindakan medis yang akan di lakukan. Hal ini sangat bergantung pada banyak factor, seperti usia pasien, tingkat social ekonomi, pendidikan, budaya, religius dan beberapa pendekatan yang lainnya. Sebagai contoh kita akan memberikan penjelasan yang berbeda ketika pasien yang kita tangani anak-anak dan pasien yang kita tangani orang dewasa. Ketika pasien anak-anakpun tidak semuanya sama tingkat psikologinya, bahkan orang dewasapun juga berbeda. Adakalanya pasien dewasa ada yang sangat ketakutan ketika melihat jarum suntik. Dalam hal ini seorang dokter yang memiliki pengalaman dan jam terbang yang tinggi dalam menghadapi pasien akan memperlihatkan tingkat kualitas yang jauh lebih tinggi. Dari sini kami bisa menarik benang merahnya bahwa sebenarnya metode tanpa jarum suntik yang sebenar-benarnya adalah yang memakai tehnik hypnosis murni tanpa memasukkan obat bius apapun. Akan tetapi ketika kita mengklaim memakai metode tanpa jarum suntik pun juga sah sah saja dan tidak ada masalah, yang penting bagaimana kita sebagai tenaga medis khusus sunat bisa memberikan pelayanan yang  terbaik pada pasien-pasien kita yang telah memberikan kepercayaan yang luar biasa kepada kita. Salam sehat dan bersih selalu dari kami Rumah Sunat  Al Ikhwah Bali

Selasa, 28 Mei 2019

Sunat atau khitan pada liburan panjang akhir semester 2019

Liburan sekolah telah tiba. Liburan sekolah tahun 2019 ini akan menjadi liburan yang panjang bagi Anak2 sekolah. Mereka sudah libur sejak pertengahan puasa romadhon setelah menyelesaikan ulangan akhir semester. Liburan akan berakhir pada pertengahan Juili 2019. Jadi total Anak2 sekolah libur kurang lebih 1,5 bulan. Akan tetapi untuk liburan di Bali, sedikit berbeda, karena 1 minggu setelah Anak2 masuk sekolah, mereka libur lagi, yaitu hari raya galungan Kuningan. Jadi untuk Anak2 di Bali mulai aktif masuk lagi akhir juli atau awal Agustus. Tentunya liburan yang sangat panjang ini merupakan kesempatan bagi Anak2 yang belum sunat atau khitan untuk melaksanakan nya. Di rumah sunat al ikhwah sendiri ada 2 dokter berpengalaman yaitu dr chalwan dan dr heri wahyudi yang siap melayani sunat baik Anak2 sampai dewasa bahkan bayi. Tentunya kualitas dari pelayanan dan kenyamanan pasien saat di sunat sangat kami perhatikan. Dengan pendekatan metode hipnosis sederhana membuat pasien merasa nyaman saat di laksanakan nya sunat atu khitan. Di setiap liburan panjang sekolah kami buka mulai pagi sampai malam, tentunya semua pasien rumah sunat harus reservasi terlebih dahulu. Reservasi bisa langsung datang ke rumah sunat, bisa sms Bisa whatsapp bisa juga telp ke no rumah sunat yaitu 081235290091 atau no pstn 0361721518. Seperti bisa di rumah sunat al ikhwah tiap liburan sekolah pasien mulai pagi sampai malam nyambung, akan tetapi dengan tenaga 2 dokter ahli sunat kualitas pelayanan kami terhadap pasien akan tetap kami kedepankan. Oleh karena itu tunggu apalagi, segera daftarkanlah putra bapak untuk sunat atau khitan di rumah sunat al ikhwah. Tentunya sebagai rumah sunat pertama di Bali Semoga kami tetap bisa memberikan pelayanan terbaik di bidang sunat atau khitan kepada para pasien semuanya.

Senin, 21 Mei 2018

FAKTOR PENDUKUNG DALAM MENGATASI RASA TAKUT ANAK SEBELUM DI SUNAT ATAU KHITAN

FAKTOR PENDUKUNG DALAM MENGATASI RASA TAKUT ANAK SEBELUM DI SUNAT ATAU KHITAN
                Rasa takut anak saat aka di laksanakan tindakan sunat atau khitan adalah sangat wajar dan manusiawi. Dimana tindakan khitan ini adalah tindakan yang sifatnya operatif yang tentunya akan menimbulkan luka pada penis anak yang akan sembuh dalam beberapa hari sampai minggu. Tingkat rasa takut6 pada anak juga sangat bervariasi, ada anak yang tidak takut sama sekali , ada yang sedikit takut saja, ada yang sangat takut. Tentunya pendekatan yang di berikan pada tiap anak dengan kondisi yang berbeda-beda tersebut akan berbeda pula penanganannya. Dalam hal ini peranan orang tua keluarga lingkungan  anak yang di sunat itu sendiri dan tenaga medis yang akan melaksanakan sunat atau khitan sangatlah penting. Semua komponen yang berperan tersebut harus mendukung dalam mewujudkan rasa nyaman anak saat khitan maupun sebelum pelaksanaan sunat. Jikalau antara satu komponen dan komponen yang lain tidak saling mendukung maka pendekatan yang di berikan demi kenyamanan anak saat di sunat tidak akan bisa maksimal. Dalam hal ini akan kami jelaskan satu persatu apa aja yang harus di perhatikan di setiap komponen yang berperan sebelum dan saat proses sunat atau khitan.
                Yang pertama adalah anak yang di sunat. Tentunya kesiapan anak yang akan melaksanakan sunat ini memegang peranan yang sangat penting. Tingkat kesiapan ana dan umur beerapa anak siap di laksanakan sunat atau khitan sangatlah berbeda-beda. Ada anak yang saat umur 4 tahun sudah minta sunat dan siap di sunat. Ada pula anak yang sampai usia SMA masih aja belum siap untuk di sunat oleh karena ketakutan yang sangat luar biasa. Dalam hal ini orang tua pada hakikatnya tidaklah bisa memaksakan anak untuk melaksanakan sunat. Hendaknya oang tua biasa melihat tingkat kesiapan anak dan tidak mementingkan ego pribadi agar anak segera di sunat. Saat anak sudah siap untuk di sunat biasanya sudah tidak ada perlawanan lagi pada diri anak. Anak benar-benar secara faham dan ikhlas untuk di laksanakan sunat atau khitan. Akan tetapi menurut penulis, untuk umat Islam sebaiknya anak di sunat sebelum memasuki usia baligh. Usia baligh pada laki-laki sekitar usia 10-12 tahun. Saat sudah baligh ini seorang muslim telah di wajibkan untuk sholat. Saat sholat seorang muslim harus suci dari hadast dan najis. Di sinilah peranan sunat , dimana agar suci dari hadast dan najis tentunya seorang muslim di haruskan sunat. Apabila belum di sunat maka setelah kencing akan ada air kencing yang tersisa setelah kencing, dan itulah najis, sehingga sholat yang di lakukan menjadi tidak sah. Berdasarkan pengalaman di rumah sunat al ikhwah bali, 70% anak usia antar 8-11 tahun sudah siap untuk di sunat. Selain itu anak usia segitu biasanya anak sudah bisa di ajak komunikasi dengan lancer. Kenapa faktor komunikasi ini penting karena saat sebelum di lakukan pembiusan, anak akan di kondisikan supaya anak tidak merasa sakit saat di bius. Bius ini adalah tindakan yang “menyakitkan” bagi anak. Apabila tenaga dokter sunat tidak mengkondisikan maka anak akan kaget dan merasa sakit dan tidak nyaman. Hal ini sangat tidak kami inginkan sebagai tenaga medis sunat. Atas pertimbangan tersebut usia anak yang akan di sunat seyogyanya saat anak sudah bisa di ajak komuni9kasi dengan bagus. Untuk anak usia di bawah 8 tahun juga tidak sedikit yang sudah siap sunat dan bisa di ajak komunikasi dengan bagus, tapi tidak sebanyak pada anak dengan rentang usai 8-11 tahun. Untuk itu jika sunat anak dengan rentang usia antara 4-8 tahun pendekatan psikologi pada anak akan lebih berhati-hati sebagai tenaga medis sunat. Akan tetapi pada beberapa daerah memang secara tradisi anak di sunat di usia yang sangat belia atau kecil, usia antar 3-5 tahun , jika anak di sunat di atas usia tersebut di anggap sudah kebesaran. Di rumah sunat al ikhwah bali tenaga dokter sunat sudah berpengalaman sunat mulai dari usia bayi baru lahir sampai kakek usia 90 tahun. Jadi tidak perlu khawatir usia berapa saja bisa di tangani.
                Yang kedua adalah factor lingkungan, tentunya lingkungan ini memgang peranan yang sangat penting , dimana di sana anak akan melihat dan mempelajari segala hal dan interaksi dalam lingkungannya. Untuk masalah khitan ini sebaiknya anak di kondisikan pada lingkungan yang tidak menjadikan sunat atau khitan ini sebagi momok yang menakutkan. Kata-kata orang tua jika anak nakal bakal di sunat harus di hindari. Tindakan anak-anak yang sudah sunat menakut-nakuti anak yang  belum sunat harus di jauhi. Anak yang belum sunat sebaiknya tidak melihat proses sunat, baik secara langsung maupun lewat video. Karena dengan melihat maka akan muncul persepsi pada diri anak yang secara kasat mata melihat tindakan yang dilakukan adalah tindakan yang menyakitkan, walaupun yg di lihat anaknya tidak kesakitan karena sudah di bius.
                Yang ketiga adalah factor orang tua. Dimana orang tua seyogyanya tidaklah memaksakan anak untuk sunat di saat anak belum siap. Orang tua harus menjelaskan kepada anak apa itu sunat , manfaat sunat, kenapa harus di sunat, ndan menjelaskan pula sedikit gambaran tentang tindakan sunat itu sendiri. Jika anak telah mengerti dan siap untuk di laksanakan sunat atau khitan baru di sunat. Ego orang tua harus di kesampingkan. Kadang orang tua menginginkan anak segera di sunat agar selesai sudah tanggungan pada anak laki-laki, tanpa mempertimbangkan kesiapan anak. Hal ini harus di hindari. Orang tua berkewajiban memberikan penjelasan secara lengka akan sunat itu sendiri kepada putranya.
                Yang ke empat adalah peranan keluarga. Keluarga memegang peranan penting dalam hal ini. Keluarga adalah orang yang akan memberikan pengaruh sedikit atau banyak pada anak yang akan di sunat itu sendiri.  Tidak sedikit anak berani sunat karena melihat keluarga yang lain yang seumuran atau bahkan lebih kecil dari yang bersangkutan sunah di sunat. Keluarga juga yang memberikan motifasi besar anak untuk melaksanakan sunat. Jadi peranan keluarga ini sangatlah besar.

                Yang kelima adalah peranan tenaga medis atau dokter yang melaksanakan sunat. Tentunya sikap dokter, penampilan dokter, tatacara dokter berkomunikasi pada anak dan orangtua, semua memgang peranan penting. Kadangkala anak masuk ruang tempat sunat langsung mesara ketakutan karena melihat dokternya. Dan tidak sedikit anak yang ketakutan menjadi merasa nyaman ketika masuk ruang sunat dan melihat dokternya. Tentunya dokter yang berpengalaman dalam hal sunat dan memiliki jam terbang yang tinggi akan sangat memahami bagaimana menempatkan diri di depan anak dan orangtua anak. Di rumah sunat al ikhwah bali dua dokter yang bertugas yaitu dr chalwan dan dr heri sudah memiliki pengalaman dan jam terbang yang tinggi dalam menangani pasien sunat dari berbagai tingkatan usia. Dengan pengalaman dan jam terbang tersebut akan memberikan tingkat ketenangan yang tinggi baik pada anak yang di sunat maupun orang tua yang mengantar sunat. Oleh karena itu sunat atau khitan adalah tindakan yang hanya sekali di laksanakan , seyogyanya kita bisa bijaksana memilih dokter sunat yang terbaik yang bisa memberikan penanganan terbaik pada pasien sunat.sekali lagi tidak ada kata terlambat untuk menjadi bersih dan sehat.  Salam bersih dan sehat selalu dari tim rumah sunat al ikhwah bali.