Selamat datang di RUMAH SUNAT AL IKHWAH BALI
"Jadikan hidup anda lebih bersih dan sehat"
Rumah Sunat Al Ikhwah Bali (circumcision specialistic in Denpasar Bali dengan hipnoanestesi)
Rumah Sunat Al Ikhwah berdiri pada bulan juli 2006 dan sampai sekarang masih berkhidmad di dalam pelayanan jasa khitan untuk wilayah Bali dan sekitarnya, bahkan pasien yang datang sampai dari makasar, irian jaya, kupang, lombok, jogjakarta, banyuwangi, jember, jakarta, medan dan surabaya. usia pasien yang di layani di RSAI sangat bervariatif, dari umur 0 tahun sampai 90 tahun sering di tangani, tentunya dalam masalah khitan ini tidak ada kata terlambat, umur berapapun bisa dan tidak ada permasalahan. dokter yang bertugas di RSAI adalah dokter yang khusus menangani khitan atau sunat (spesialistik di bidang sunat/khitan), sehingga dari segi pengalaman dan kualitas sudah tidak di ragukan lagi. Yang terbaru adalah kombinasi antara hipnosis sederhana dan anestesi dengan minimal rasa sakit "HIPNOANESTESI", dengan metode bius ini sunat menjadi semakin nyaman dan benar2 bisa tanpa rasa sakit atau minimal sekali rasa sakit (pada anak-anak yang sudah siap sunat secara psikologis). kedepan RSAI akan senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan dan mengembangkan berbagai metode yang lebih canggih, cepat dan tepat untuk khitan atau sunat.
Senin, 16 Mei 2016
LIBURAN SEKOLAH BERTEPATAN DENGAN BULAN RAMADHAN
Sejak 2015 liburan sekolah bulan juni dan juli bertepatan dengan bulan ramadhan. Pada tahun 2015 setengah akhir dari liburan sekolah adalah bulan ramdhan. Pada 2016 ini hampir seluruh liburan adalah puasa. Hal ini berpengaruh pada distribusi pasien yang datang di rumah sunat. Jika biasanya bulan juni juli bertepatan dengan liburan sekolah pasien full dari awal liburan sampai akhir liburan, saat ini pasien terbagi, tidak full di liburan juni juli , akan tetapi saat liburan desember dan liburan galungan kuningan pasien menjadi lebih banyak dari biasanya. Sehingga jumlah pasien di rumah sunat secara relatif tetap dalam satu tahunnya
Di rumah sunat sendiri pasien tidak hanya anak anak saja, akan tetapi banyak juga pasien dewasa bahkan sudah tua umur di atas 60 tahun sering di tangani. Pasien paling tua yang pernah di tangani adalah umur 90 tahun. Bayi baru lahir umur 1 minggu sampai 2 minggu juga sering di tangani. Dari segi agama, untuk saat ini sunat tidak di dominasi hanya untuk yang muslim, akan tetapi banyak sekarang ini dari non muslim yang sunat, baik hindu Kristen buda katolik. Tentunya alas an utama sunat lebih kea rah kebersihan dan kesehatan, karena manfaat sunat sudah tidak terbantahkan lagi. Sudah banyak referensi yang bias di baca baik di internet maupun buku buku literature tentang manfaat sunat. Dari sini dapat di katakana bahwa sunat untuk semuanya tanpa di kotak-kotakkan untuk ras tertentu agama tertentu suku tertentu dan kelompok tertentu.
Di rumah sunat al ikhwah sekarang ini memiliki 2 tenaga dokter aktif dan banyak tenaga dokter maupun paramedis terlatih jika di butuhkan saat ada even sunatan masal. 2 tenaga dokter aktif adalah dr chalwan dan dr heri. Kedua dokter memiliki jam terbang yang tidak di ragukan lagi dalam bidang sirkumsisi atau sunat. dengan pengalaman dan jam terbang yang tinggi tentunya akan memberikan kualitas pelayanan yang optimal kepada pasien.
Tanggal 13 juni 2016 sudah mulai liburan sekolah untuk wilayah bali. Seminggu sebelumnya untuk sekolah islam ada libur awal ramadhan. Jadinya liburan bakal panjang mulai tgl 5 juni sampai 10 juli. Untuk sekolah islam bisa lebih panjang lagi. Dari panjangnya liburan maka kesempatan untuk sunat menjadi lebih panjang, tinggal pilih waktunya sebelum atau sesudah lebaran. Bagi yang non muslim bias bebas memilih kapan saja. Saat liburan lebaran rumah sunat tetap buka, jadi jangan khawatir selama lebaran tetap bias menangani pasien. Mungkin pas lebaran nya saja libur. Salam bersih dan sehat selalu dari kami, rumah sunat .
Selasa, 01 Desember 2015
Klinik sunat di denpasar bali
Di semua daerah di Indonsia pasti ada klinik atau tempat yang khusus menangani sunat atau khitan, baik yang menangani dokter ahli yang khusus menangani sunat atau dokter umum yang juga menerima sunat maupun perawat atau mantri yang sudah biasa menangani sunat. Di Denpasar Rumah Sunat Al Ikhwah adalah klinik atau tempat yang dari awal berdiri khusus menangani sunat. Dokter yang full timer di Rumah Sunat adalah dr chalwan yang memang dari awal khusus menangani sunat. Dr chalwan tidak membuka praktek di tempat lain atau kerja di rumah sakit atau klinik lain, hanya full di rumah sunat. Sejak 2006 sampai sekarang full tangani sunat, sehingga dari segi jam terbang sudah di atas 10 ribu pasien selama berpraktek, dengan perhitungan tiap tahun rata2 menyunat 1200-1500 pasien sunat. Pasien tersebar dari seluruh bali dan dari daerah lain seperti jakarta, jogja, surabaya, jember, papua, makasar, lombok, medan, banyuwangi, kupang, sumatra dan kalimantan. Untuk pasien dari luar kota biasanya ada saudara yang tinggal di bali, dan mendapat informasi tempat sunat yang bagus di bali. Rumah sunat sendiri memiliki cara bagaimana sunat terasa nyaman dan tidak sakit, yaitu dengan bius dengan minimal rasa sakit dan di kombinasi dengan hipnosis sederhana. Tentunya tidak semua pasien bisa di kondisikan, hanya pasien yang kooperatif saja yang bisa. Untuk pasien yang ketakutan, nangis, menolak untuk sunat tidak bisa di aplikasikan. Tentunya semakin hari semakin banyak klinik atau tempat yang menangani sunat, akan tetapi untuk kualitas tentunya yang memiliki jam terbang banyak yang bisa di andalkan. Sunat hanya sekali seumur hidup sebaiknya berikan yang terbaik untuk anda maupun keluarga anda. Salam bersih dan sehat selalu. Rumah Sunat Al Ikhwah
Senin, 30 November 2015
mengatasi rasa takut anak saat sunat
Bagaimana Mengatasi Rasa Takut Pada Anak Saat datang Waktunya Untuk Di Sunat.
Sunat adalah kegiatan yg sudah seharusnya dilakukan untuk anak laki2 namun kadang hal itu menjadi momok yang cukup menakutkan bagi anak laki2,karena itu ada beberapa hal yg mungkin dapat membantu memberi pengertian kepada anak laki2 kita supaya tidak takut sebelum mereka disunat.
Usia anak yg terbaik saat disunat adalah di bawah usia 6 bln,karena pada usia inilah metabolisme tubuh anak berkembang sangat cepat,Sehingga pemulihan lukapun akan lebih cepat.
Akan tetapi kebiasaan selama ini di Indonesia adalah ,anak2 disunat pd saat usia Sekolah Dasar,antara 7-12thn. Pada umumnya di saat anak usia tsb biasanya,anak2 sdh lebih mudah diajak komunikasi selain itu mereka juga sdh lebih pandai mengexpresikan kemauannya. Tidak jarang juga si anak meminta sendiri untuk disunat,biasanya mereka merasa malu krn teman2 sepermainannnya atau sebayanya sdh di sunat,atau adakalanya orang tua yg memaksakan si anak untuk disunat,karena menurut orang tua sdh saatnya si anak disunat.Meskipun bagi si anak belum saatnya.
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan selama ini, hal terpenting yang harus diingat jgn memaksakan si anak untuk di sunat sesuai kemauan orang tua, karena secara psikologis tidak baik dan akan menimbulkan efek trauma. Karena itu lebih baik sebelum di sunat si anak di beri pengertian sampai dia benar2 memahami betapa pentingnya disunat bagi seorang anak laki2.
Beri si anak pandangan yg luas,dan sampaikan semua hal mengenai sunat,agar pada saat tiba waktunya si anak sudah benar2 siap lahir dan bathin. Beberapa hal yg bias kita sampaikan kepada mereka antara lain:
1. Sampaikan bahwa didalam agama islam sunat adalah suatu keharusan dan kewajiban
2. Jika sudah di sunat ibadah kita akan lebih sempurna.
3. Tanda bahwa seorang anak laki2 sudah akil balik
4. Sunat sangat penting untuk menjaga kesehatan, karena jika tidak disunat akan besar kemungkinan terkena infeksi yang disebabkan oleh kuman2, virus, dan jamur
5. Dan bila anak bersedia untuk disunat jangan lupa janjikan hadiah untuk mereka.
6. Pilihlah tempat khusus sunat yang tidak membuat suasana psikologis anak tenang
Jika orang tua mengalami kesulitan untuk membujuk si anak,akan lebih baik bila tidak memaksakan kehendak,dan tunggu hingga si anak benar2 siap. Karena bila hal tersebut dipaksakan maka akan menyulitkan proses sunatnya karena anak akan berontak pada saat dilakukan tindakan sunat dan juga proses penyembuhan. Keberhasilan suatu sunat erat kaitannya dengan kondisi psikologis si anak yang memang memegang peran 60%.
Bila psikologis anak benar2 siap, dalam arti cukup memahami
tentang sunat, dari proses sunat hingga proses penyembuhannya dengan segala resikonya,sepertinya perawatan pasca sunat akan lebih mudah. Hal – hal yang harus diperhatikan adalah, agak sedikit dikurangai aktifitasnya, bila buang air kecil harus dibersihkan, minum obat secara teratur dan lain sebagainya.Maka proses
penyembuhan akan lebih cepat. Namun bilang mental si anak belum siap maka hal itu sedikit banyak akan mempengaruhi proses penyembuhan
Selain yg tsb diatas harus juga ditunjang dgn metode yg tepat Sangat disarankan untuk memilih metode sunat yg cepat dan praktis,dan dibutuhkan kerjasama yg baik dengan si anak,agar selama proses sunat kemudian proses penyembuhan dan perawatan bisa berjalan dengan baik. Tentunya tidak lepas dukungan orang tua dan keluarga dekat.
Selamat Berkhitan..
Penjelasan Medis Fenomena Disunat Jin
KOMPAS.com — Anda mungkin pernah mendengar atau membaca berita adanya anak laki-laki dengan organ penis yang mendadak berubah seperti habis disunat. Masyarakat menyebut fenomena tersebut sebagai "disunat jin".
Dalam dunia kedokteran, hal itu sebenarnya merupakan kondisi parafimosis. Kondisi ini terjadi ketika kulit kepala penis tertarik ke belakang, dan tidak bisa dikembalikan ke posisi semula (batang penis).
Masyarakat biasanya justru bersyukur jika anaknya mengalami fenomena "disunat jin" karena tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk sunatan.
Menurut dr Muhammad Zaien, justru anak yang mengalami parafimosis harus segera disunat.
"Kalau tidak disunat, (kulit kepala penis) bisa menjepit leher penis sehingga aliran darah terganggu. Kalau jepitannya kuat, anak bisa kesakitan," kata dokter dari klinik Rumah Sunatan ini.
Zaein menjelaskan, parafimosis biasanya terjadi pada anak laki-laki yang mengalami fimosis parsial sehingga kepala penis tidak bisa kembali ke posisi semula.
"Biasanya itu sudah bawaan sejak lahir. Karena kulit yang terbentuk kecil, maka saat ereksi atau ada tekanan, kulit akan terdorong ke belakang," paparnya.
Oleh karena itu, anak yang mengalami parafimosis sebaiknya harus segera dibawa ke dokter.
Minggu, 29 November 2015
Kisah Bocah Disunat Jin : Saya Takut Disunat Laser, Lalu Saya Berdoa Disunat Tapi Tak Sakit
warga Dukuh Karanggumuk, Desa Jagaprayan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten ini secara tiba-tiba alat kelaminnya sudah dalam keadaan tersunat.
Pengalaman gaib itu, dialami Azis ketika ia sedang bermain sepeda di halaman rumahnya, Jumat (29/5/2015) pekan lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Azis yang masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Kadilangon mengaku sebelum kejadian tersebut dirinya mendapat cerita dari seorang temannya kalau sunat itu sakit. Karena cerita temannya itu, Azis lantas takut kalau dirinya disunat.
“Saya takut kalau disunat pakai laser, kata teman saya, sunat pakai laser itu sakit. Lalu saya berdoa supaya disunat tapi tidak sakit,” ungkapnya, Jumat (5/6).
Sang ayah, Parsono juga membenarkan kalau Azis pernah bercerita kepada dirinya kalau tidak mau disunat pakai laser, sebelum kejadian disunat jin tersebut.
“Namun saya tidak tahu soal doanya Azis itu. Baru ketika kejadian itu terjadi, Azis mengaku doa minta disunat tapi tidak sakit,” tuturnya.
Menurut Parsono, kejadian disunat jin itu dirinya ketahui, ketika Azis pulang kerumah setelah bermain dengan kondisi menangis, karena merasa perih pada alat kelaminnya.”Lalu saya membuka celananya, saya melihat alat kelamin anak saya sudah seperti disunat dan berwarna kemerahan,”jelas Parsono yang bekerja sebagai petani dan beternak ini.
Karena takut, anaknya mengalami hal yang tak diinginkan. Parsono lalu membawa anaknya kepada seorang mantri di desanya. “Setelah kejadian itu, saya membawa anak saya ke mantri. Kata sang mantri alat kelamin anak saya, sudah disunat. Kami pun heran dengan kejadian itu,”ujarnya.
Lantaran belum merasa yakin bahwa anaknya disunat karena Parsono tidak merasa menyunatkan anaknya, ia pun membawa anaknya ke seorang bidan dan ke puskesmas yang ada di Gantiwarno.
“Bidan dan dokter di puskesmas juga menyatakan anak saya sudah disunat, merekapun heran. Karena saya merasa belum pernah menyunatkan anak saya. Mereka lalu hanya memberikan obat pereda nyeri saja kepada anak saya,”jelasnya.
Disisi lain, sang ibu Surarti mengaku bersyukur bila anaknya sudah disunat. Pasalnya, menurutnya, beberapa hari lalu sebelum kejadian itu, Azis bercerita pada dirinya kalau takut dan tidak mau disunat.
“Azis memang bilang kepada saya kalau takut dan tidak mau disunat. Oleh karena itu, kejadian yang menimpa Azis ini, saya anggap sebagai berkah,”tuturnya
Namun, Surati tidak berani berkata kalau yang menyunat anaknya adalah sosok jin. Ia tidak percaya akan hal itu.”Kalau saya percaya nanti dibilang syirik. Saya yakin ini atas kehendak Allah,”imbuhnya.
Surarti juga mengaku keluarga sudah melangsungkan acara bancaan (syukuran,red) kecil-kecilan atas kejadian sunat ajaib yang dialami oleh Azis ini. Dengan mengundang teman-teman Azis dan tetangga terdekat untuk mendoakan Azis.
“Syukuran itu kita maksudkan agar Azis bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan sebagai ungkapan syukur kepada Allah,”tutupnya.
Penulis: Dani Prima
Sumber: JogloSemar.co
Sabtu, 10 Oktober 2015
Sunat Perempuan, Adakah Dampak Kesehatannya?
Jakarta - Sunat perempuan di Indonesia masih menjadi kontroversi. Namun pada 2010 Kemenkes mengeluarkan Permenkes yang menyebut sunat perempuan adalah tindakan menggores kulit yang menutupi bagian depan klitoris, tanpa melukai klitoris. Nah, jika pratik ini dilakukan adakah dampak kesehatannya?
"Kalau sunat wanitanya atau sirkumsisi dilakukan dengan memotong selaput di atas klitoris, karena ada anjuran agama dan kultural, menurut saya masih sah-sah saja," terang seksolog dr Andri Wananda MS, dalam perbincangan dengan detikHealth, Rabu (26/6/2013).
dr Andri menjelaskan dalam melakukan sirkumsisi juga harus hati-hati. Sebab jika tenaga kesehatannya tidak kompeten, malah bisa melukai klitoris dan menimbulkan jaringan ikat, yaitu jaringan yang muncul kalau ada luka. Nah, jika hal ini terjadi malah bisa membuat klitoris jadi tak peka terhadap rangsangan.
"Sedangkan kalau sunat wanita yang disebut klitoridektomi, yaitu memotong klitoris dan labia minora atau bibir kelamin, ini yang menurut saya perlu ditentang," lanjut dr Andri.
Kliroris fungsinya penting untuk stimulus seksual wanita, sedangkan pada labia minora ada kelenjar-kelenjar yang mengeluarkan cairan pelumas vagina. Nah kalau ini dihilangkan, tentunya wanita tidak dapat menikmati hubungan seksualnya.
"Apalagi jika sampai vaginanya kering saat bercinta, kan sakit nantinya," ucap dr Andri.
"Belum nanti ada risiko infeksi karena melukai klitoris. Klitoris ini ada yang bilang penisnya wanita," imbuh pengajar di Universitas Taruma Negara ini.
Dijelaskan dr Andri, di Afrika biasanya untuk menakut-nakuti anak gadis agar mau disunat biasanya dikatakan jika klitoris tak dipotong, maka bisa berkembang menjadi penis. Bahkan ada juga sunat yang mengangkat lebih banyak lagi jaringan vagina.
"Ini yang lebih berisiko dan merugikan wanita," ucap dokter berkacamata ini.
Sementara itu Priya Subroto, peneliti Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mengatakan jika sunat perempuan dilakukan dengan memotong klitoris, maka selain menimbulkan dampak kesehatan juga menimbulkan dampak emosional. Mengingat di klitoris ada saraf-saraf dan pembuluh darah, maka secara fisik pemotongan bisa mengakibatkan perdarahan.
"Dari segi psikis karena tempat rangsangan, maka bisa dibayangkan jika wanita kehilangan pusat rangsangannya, ini bisa jadi penderitaan seumur hidup untuknya. Dan ini adalah salah satu dampak jangka panjangnya," terang Priya.
"Bahkan dibahas dalam sebuah buku mengenai varian bentuk vagina kalau bentuknya jelek ada tenaga medis yang melihat ini jadi seperti bagian dari estetika jadinya, padahal ini tidak bagus dilakukan," imbuhnya.
Berkembang pendapat sunat perempuan dilakukan untuk mengendalikan nafsu seksual perempuan. Menurut Priya, jika disunat habis maka perempuan tersebut tidak bisa merasakajn apa-apa.
"Ada dibilang kepuasan tertentu itu bisa dicapai kurang dari 9 menit, bahkan kalau lebih dari 9 menit bisa jadi penyiksaan bagi wanitanya. Bayangkan kalau dia tidak punya klitoris," lanjut Priya.
Jika seorang perempuan tidak punya klitoris maka justru mempercepat hubungan intim. "Perempuannya juga bisa orgasme lebih cepat kalau terbalik ya justru bisa jadi tidak terkendali, orang nggak sampai-sampai orgasmenya," imbuhnya.
"Yang jelas ini kontroversi. Dan yang buat statement itu kan laki-laki, jadi dia tidak mengerti bagaimana anatomi perempuan," tambah Priya.
Putro Agus Harnowo - detikHealth
Minggu, 27 September 2015
Pendarahan Akibat Salah Sunat, Dilarikan ke RS Sanglah
DENPASAR, BALIPOST.com- Gara-gara sunat tidak dilakukan oleh ahlinya, Sipri (30), tinggal di Kerobokan, Denpasar dilarikan ke RS Sanglah, Minggu (29/6). Pria ini mengalami pendarahan setelah proses khitan terjadi kesalahan. Diangkut mobil pick up, korban tiba di RS Sanglah pukul 14.00 wita. Yang aneh, dari ketiga temannya yang disunat, hanya korban yang mengalami pendarahan. “Ada tiga orang yang menjalani sunat, tapi hanya Sipri yang mengalami pendarahan,” ujar Sipus, teman korban. Kegiatan khitan ini, kata dia, merupakan adat kebiasaan dan inisiatif sendiri.
Menurut warga Soe, Kupang ini yang melakukan sunat adalah temannya sendiri. Kegiatan itu dilakukan, Sabtu (28/6) malam. Usai disunat, luka bekas sunatan it uterus mengeluarkan darah. Merasa berbahaya, korban akhirnya dirujuk ke RS. (wira sanjiwani/balipost)
Langganan:
Postingan (Atom)