Selamat datang di RUMAH SUNAT AL IKHWAH BALI

"Jadikan hidup anda lebih bersih dan sehat"

Rumah Sunat Al Ikhwah Bali (circumcision specialistic in Denpasar Bali dengan hipnoanestesi)

Rumah Sunat Al Ikhwah berdiri pada bulan juli 2006 dan sampai sekarang masih berkhidmad di dalam pelayanan jasa khitan untuk wilayah Bali dan sekitarnya, bahkan pasien yang datang sampai dari makasar, irian jaya, kupang, lombok, jogjakarta, banyuwangi, jember, jakarta, medan dan surabaya. usia pasien yang di layani di RSAI sangat bervariatif, dari umur 0 tahun sampai 90 tahun sering di tangani, tentunya dalam masalah khitan ini tidak ada kata terlambat, umur berapapun bisa dan tidak ada permasalahan. dokter yang bertugas di RSAI adalah dokter yang khusus menangani khitan atau sunat (spesialistik di bidang sunat/khitan), sehingga dari segi pengalaman dan kualitas sudah tidak di ragukan lagi. Yang terbaru adalah kombinasi antara hipnosis sederhana dan anestesi dengan minimal rasa sakit "HIPNOANESTESI", dengan metode bius ini sunat menjadi semakin nyaman dan benar2 bisa tanpa rasa sakit atau minimal sekali rasa sakit (pada anak-anak yang sudah siap sunat secara psikologis). kedepan RSAI akan senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan dan mengembangkan berbagai metode yang lebih canggih, cepat dan tepat untuk khitan atau sunat.

Arsip Blog

Selasa, 03 Desember 2019

PROSES PENYEMBUHAN LUKA


Pada kesempatan ini kami dari Rumah Sunat AL Ikhwah Sesetan Denpasar Bali ingin menulis artikel ringan tentang apa saja proses yang terjadi setelah luka. Dimana pelayanan kami adalah pelayanan sunat atau khitan, sehingga mau tidak mau akan sangat erat sekali hubungannya dengan adanya luka , pada khususnya adalah luka sunat. Tentunya metode apapun yang di gunakan dalam proses sunat atau khitan pastilah akan menimbulkan luka. Tidak ada sunat yang tidak menimbulkan luka, seperti yang pernah kami ulas sebelumnya tentang seorang anak yang mengaku telah di sunat oleh Jin. Padahal sebenarnya di sunat oleh jin tidaklah ada, karena secara ilmiah bisa dijelaskan kondisi seperti itu. Jadi suatu kondisi dimana dari lahir memang kulit preputium atau kulit penis anak tersebut memanglah pendek atau sedikit, sehingga suatu ketika kulit tersebut tertarik ke belakang dan menampakkan kondisi seperti penis yang telah di sunat atau khitan. Jadi bukan di sunat oleh jin, sehingga tidak ada luka sama sekali alias langsung sembuh. Jadi setiap tindakan sunat atau khitan sudah pastiakan muncul adanya luka. Di sini lah kami ingin membahas perihal proses penyembuhan luka secara sederhana dengan bahasa yang sederhana.
Apakah itu luka?, Luka adalah kondisi rusaknya kontinuitas dari struktur jaringan tubuh yang ada pada kulit. Luka terbagi menjadi beberapa jenis yakni:
·         Luka bersih adalah luka akibat tindakan operasi menggunakan teknik steril
·         Luka bersih terkontaminasi adalah luka akibat sayatan benda tajam namun bersih dan rapi, misalnya pada penegakkan operasi usus halus dan bronchial
·         Luka kontaminasi adalah luka yang mengalami kontaminasi oleh lingkungan tidak higienis, atau operasi pada saluran yang terinfeksi seperti usus besar dan saluran kemih
·         Luka infeksi adalah luka yang disertai infeksi, jaringan rusak, dan defisiensi vaskularisasi pada jaringan luka
Dari keterangan di atas di manakah letak luka sunat bisa kita simpulkan. Luka sunat masuk di dalam luka bersih, dimana luka yang dibuat dari awal dalam kondisi bersih dan steril. Semua alat dan bahan yang di pakai di dalam proses sunat atau khitan adalah dalam kondisi steril. Jarum yang di pakai adalah sekali pakai. Sebelum proses sunat juga telah dilakukan tindakan desinfeksi, yaitu tindakan membersihkan daerah lapangan operasi sunat dengan cairan antiseptik desinfektan. Sehingga pada hakekatnya luka sunat adalah luka bersih, itu yang perlu kita fahami. Akan tetapi setelah proses sunat telah lewat maka banyak faktor yang bisa menyebabkan luka yang bersih akan tetap bersih atau akhirnya menjadi luka bersih yang terinfeksi.
Nah sekarang kita masuk ke tahap proses penyembuhan luka, mulai dari terjadinya luka sampai penyembuhan total. Di sini kami ingin menjelaskan secara singkat saja tentang fase apa saja yang di lalui selama proses penyembuhan luka. Ada tiga fase secara garis besar, yaitu yang pertama adalah fase inflamasi, yang kedua adalah fase proliferasi dan yang ketiga adalah fase maturasi. Mari kita bahas satu persatu dari ketiga fase yang terjadi saat luka.
Yang pertama adalah fase inflamasi. Fase inflamasi ini terbagi menjadi 2 fase, yaitu inflamasi awal (hemostatis) dan inflamasi akhir (lag phase).
    Inflamasi Awal (Hemostatis). Saat jaringan kulit mengalami luka, pembuluh darah akan pecah dan mengakibatkan perdarahan. Pada kondisi ini, tubuh secara otomatis akan memberikan reaksi yang disebut sebagai inflamasi awal (hemostatis) guna menghentikan perdarahan tersebut. caranya, tubuh akan ‘mengerahkan’ faktor koagulasi (intrinsik dan ekstrinsik) sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah yang lantas menyebabkan penggumpalan trombosit pada area luka. Aktivitas ini berujung pada pembekuan darah. Setelahnya, pembuluh darah akan kembali melebar guna memberikan jalan bagi darah menuju luka.
Inflamasi Akhir (Lag Phase). Setelah darah membeku, maka yang dilakukan oleh tubuh selanjutnya adalah mengirimkan ‘pasukan’ sel darah putih (leukosit) guna mencegah terjadinya infeksi agen mikrobial patogen, pun membuang jaringan rusak yang telah mati. Leukosit dan sel radang akut akan menyerang area peradangan guna membasmi bakteri dan debris matriks sekuler. Fase penyembuhan luka inflamasi akhir (lag phase) terjadi 5 hari pasca trauma luka muncul.
Fase yang kedua adalah fase proliferasi. Setelah fase inflamasi, proses penyembuhan luka berlanjut pada fase proliferasi, di mana fase penyembuhan luka ini berlangsung dari hari ke-3 hingga 2 minggu pasca trauma. Proliferasi diawali oleh aktivitas fibroblast men-sintesis kolagen dan proteoglikan yang menghasilkan jaringan parut (terjadi di hari ke-5 pasca luka). Kolagen sendiri adalah protein yang berfungsi untuk meningkatakan tensi dari permukaan kulit yang terluka. Produksi kolagen yang memadai kemudian makin memperkuat tensi permukaan kulit sehingga luka tertutup dengan baik. Fase proliferasi diakhiri dengan tumbuhnya jaringan epitel, yang mana ini berperan dalam meningkatkan aliran darah menuju area luka. Darah akan menyalurkan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan jaringan untuk melancarkan proses penyembuhan luka.
Fase yang ketiga adalah fase maturasi. Proses penyembuhan luka yang terakhir adalah maturasi. Fase penyembuhan luka ini dimulai pada hari ke-20 pasca luka dan berakhir dalam kurun waktu tahunan (1-2 tahun). Di sini, fibroblast secara berkelanjutan akan mensintesis kolagen, yang berdampak pada mengecilnya area luka, penurunan elastisitas kulit, dan munculnya garis putih di sekitar luka. Setelah itu, timbul jaringan parut yang memiliki tensi atau kekuatan serupa dengan jaringan yang sudah rusak akibat luka. Kendati begitu, kulit baru secara penampilan tidak sama dengan kulit lama, terutama dari aspek kelenturan kulit. Kulit baru cenderung tidak selentur kulit sebelum mengalami luka. Hal ini dikarenakan elastin, protein yang berperan dalam membentuk kelenturan kulit, tidak dapat diproduksi kembali seperti halnya kolagen.
Jadi dari penjelasan di atas sangatlah jelas sekali bahwa tidak ada luka yang langsung sembuh. Semua butuh proses yang harus di lalui sampai akhirnya luka menyembuh sempurna. Jadi jangan ada lagi perdebatan mengenai ada atau tidak sunat yang langsung sembuh. Dari uraian di atas sudah cukup bisa menjawab pertanyaan tersebut. Akan tetapi memang kondisi setiap pasien akan berbeda dengan kondisi pasien yang lain, tidak akan pernah sama. Sangat banyak faktor yang mempengaruhi di dalam proses penyembuhan luka. Apasaja faktor yang mempengaruhi akan kami bahas tersendiri di bahasan yang lain. Semoga penjelasan ini bisa memeberi jawaban atas pertanyaan kita semua mengenai luka.
Akhir kata semoga tulisan ini bisa sedikit memberikan pencerahan perihal proses penyembuhan luka , pada khususnya luka sunat. Semoga kami dari Rumah Sunat Al Ikhwah Sesetan Denpasar Bali selalu bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua pasien sunat atau khitan. Sunat hanya sekali seumur hidup, berikan yang terbaik , salam sehat dan bersih selalu.

Senin, 02 Desember 2019

SUNAT SEMBUH DALAM 1 HARI


Pada kesempatan ini kami dari Rumah Sunat al Ikhwah Sesetan Denpasar Bali ingin membahas tentang proses penyembuhan luka sunat atau khitan. Pada suatu ketika seorang ayah atau ibu dari pasien sunat atau khitan mengatakan kepada teman-temannya yang anak nya mau di rencanakan sunat atau khitan, beliau mengatakan , anak saya sunat sembuh dalam 1 hari, setelah di sunat anak saya yangsung memakai celana kemudian lari-lari main layang-layang. Atau setelah di sunat anak saya langsung sekolah , langsung bisa beraktivitas seperti biasa, langsung sembuh. Hal ini menjadi bahasan yang sudah lama sekali di dunia per sunatan, kadang orang tua membandingkan anak yang satu dengan anak yang lain. Anak yang satu habis di sunat atau khitan langsung bisa beraktivitas seperti biasa sedangkan anak yang satunya habis di sunat belum bisa melakukan apa-apa , cuman bisa tiduran aja sampai beberapa hari sampai akhirnya bisa menjalani aktivitas seperti biasa.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah mungkin luka sunat atau khitan, atau luka pada umumnya sembuh dalam 1 hari?, kira-kira secara nalar  bisa apa tidak, ketika muncul luka, katakanlah luka yang sederhana saja lah, kulit lecet karena tergores sesuatu yang ringan, sembuh dalam 1 hari. Hal ini menjadi ironis sekali ketika ada orang tua anak yang di khitan mengatakan kalau anak saya sunat langsung sembuh. Padahal proses penyembuhan luka itu sendiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar, mulai dari proses darah membeku atau istilah kedokteran nya homeostasis, kemudian menuju proses penyembuhan selanjutnya. Untuk proses secara detail sendiri penyembuhan luka akan ada bahasan tersendiri dan tulisan tersendiri. Apabila di rinci dari awal muncul luka sampai luka sembuh sempurna seperti sedia kala akan membutuhkan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan bahkan tahunan. Dan pada hakekatnya juga kulit dari prosespenyembuhan luka tidaklah bisa sama persis seperti kulit seperti sedia kala sebelum luka terjai, jadi hal ini penting juga di fahami oleh kita semua, akan tetapi akan mendekati kulit normal seperti sedia kala. Jadi pada hakekatnya proses penyembuhan luka butuh proses yang tidak sebentar dan tidak ada sim salabim aba ka dabra luka langsung sembuh, apalagi luka sunat ini bukanlah luka yang sederhana hanya sekedar lecet sedikit di kulit, tapi ini merupakan luka potong, luka terbuka, di daerah yang sangat mobile atau daerah yang senantiasa bergerak dan bergerak, karena penis bisa memanjang saat ereksi dan memendek saat tidak ereksi. Oleh karena itu proses penyembuhan luka sunat atau khitan ini pun tidak se sederhana luka lecet di kulit tangan atau kulit kaki. Hal ini yang perlu di fahami oleh orangtua , sehingga tidak menyalahkan tenaga medis atau dokter yang melakukan sunat, kok anak saya sunat ga sembuh-sembuh atau ga bisa langsung beraktivitas, padahal temennya yang seumuran abis di sunat langsung bisa lari-lari langsung bisa main layang-layang. Semua butuh proses dan kesabaran, dan antara satu anak dan anak yang lain tidaklah sama kondisinya, pun pada anak yang kembar sekalipun dan di sunat oleh dokter yang sama dan dengan metode serta obat yang sama persis, Pasti akan ada perbedaan kondisi setelah di sunat, banyak sekali faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka (akan di bahas di tulisan tersendiri).
Dari uraian di atas marilah kita lebih memahami segala proses yang harus di lalui didalam penyembuhan luka  atau luka khitan pada khususnya, sehingga kita tidak menghakimi yang tidak memiliki dasar ilmu. Kami di Rumah Sunat Al Ikhwah Sesetan Denpasar Bali selalu berusaha  memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien sunat. Kami akan menjelaskan secara detail apapun pertanyaan dari para orangtua anak yg akan di sunat. Dengan adanya informasi yang valid , maka orangtua pasien maupun keluarga pasien akan mengerti dan memahami kondisi yang akan di alami setelah proses sunat di lakukan, dan melakukan hal-hal yang dapat mendukung lebih cepatnya proses penyembuhan luka sunat itu sendiri.
Akhir kata semoga kami dari Rumah Sunat Al Ikhwah Sesetan Denpasar Bali bisa memberikan pelayanan sunat atau khitan yang terbaik kepada semua lapisan masyarakat dan bisa memberikan manfaat dan meng edukasi kepada masyarakat. Tentunya untuk urusan sunat atau khitan serahkan kepada ahlinya yang sudah berpengalaman menangani sunat bertahun-tahun, sunat hanya sekali seumur hidup, berikan yang terbaik, tentunya sebagai Rumah Sunat pertama di Bali kami akan berusaha memberikan yang terbaik. Salam sehat dan bersih selalu dari kami Rumah Sunat Al Ikhwah Sesetan Denpasar Bali.

Minggu, 01 Desember 2019

DR CHALWAN ATAU DR HERI DOKTER AHLI SUNAT DI RUMAH SUNAT AL IKHWAH


Rumah sunat al ikhwah Bali berdiri sejak 2006 silam, sudah sangat lama sekali. Pendiri Rumah Sunat Al ihwah adalah dr Chalwan. Dari awal memang dr Chalwan fokus dan konsen pada penanganan sunat atau khitan. Jadi memang dari awal khusus mempelajari dan menangani pasien sunat  saja. Hampir bertahun-tahun khusus menangani pasien sunat  akhirnya dr chalwan menemukan metode yang sangat nyaman di terapkan pada anak-anak maupun dewasa. Dan metode itu sampai sekarang masih di terapkan di rumah sunat. Pendekatan yang sesuai pada anak di setiap tingkatan usia memberikan sentuhan tersendiri sehingga anak merasa nyaman di sunat. Sunat bukan lagi menjadi hal yang menakutkan atau mengerikan bagi anak-anak atau pasien dewasa sekalipun. Seiring dengan bertambanhnya usia rumah sunat al ikhwah Bali , pasien juga semakin banyak. Sehingga membutuhkan tenaga ahli yang lebih dari satu agar bisa memeberikan pelayanan maksimal kepada pasien. Akhirnya pada tahun 2015 dr chalwan melatih dr heri Wahyudi untuk bisa mendampingi dr Chalwan dalam menangani pasien sunat. Kurang lebih 1 tahun mendampingi dan di latih oleh dr Chalwan akhirnya dr Heri pun siap untuk membantu dr Chalwan di rumah sunat al Ikhwah Bali. Sebelum melepas dr Heri untuk menangani pasien sediri, tentunya telah ada quality kontrol bahwa penangan dr Heri kurang lebih sama dengan dr Chalwan. Jadi orang tua atau pasien rumah sunat al ikhwah Bali tidak usah khawatir dengan kualitas penangan baik dr Heri maupun dr Chalwan. Kualitas penanganan kami sama, tidak berbeda. Jadi kalau selama ini ada pertanyaan , dr Chalwan lebih senior, lebih bagus,lebih ahli itu tidaklah benar. Antara dr Chalwan atau dr Heri memiliki kualitas yang kurang lebih sama. Jam terbang pun dr Heri juga sudah sangat tinggi karena sejak 2015 sampai sekarang  menangani sunat di rumah sunat al ikhawah bali, dimana pasien kami rata- rata per tahun nya lebih dari 1000 pasien di sunat dengan berbagai usia. Oleh karena itu jangan khawatir , dr Chalwan maupun dr Heri akan memberikan pelayanan terbaik untuk sunat. Semoga kami selalu bisa memberikan yang terbaik dalam hal khitan atau sunat kepada masyarakat.

LIBURAN SEKOLAH BULAN DESEMBER 2019 TELAH TIBA


Seperti biasa bulan desember merupakan bulan liburan bagi anak-anak sekolah. Bulan desember ini liburan semester ganjil bagi anak-anak sekolah. Biasanya anak-anak sekolah libur kurang lebih 2 minggu, akan tetapi ada beberapa sekolah yang memberikan liburan lebih dari 2 minggu, biasanya sekolah kristen dan sekolah internasional lebih dari 2 minggu, bisa sampai 3 atau 4 minggu, karena liburan sekolah bebarengan dengan liburan hari raya Natal dan tahun baru. Secara resmi untuk kalender pendidikan Profinsi Bali liburan sekolah mulai tanggal 23 Desember sampai tanggal 4 Januari. Anak-anak mulai masuk tanggal 6 Januari. Untuk sekolah Kristen dan Internasional biasanya di atas tanggal 6 baru masuk sekolah. Sesuai dengan kalender pendidikan profinsi Bali juga mulai ulangan anak-anak sekolah tanggal 2 Desember sampai selesai. Biasanya ulangan sekolah 1 mingguan untuk sekolah umum, untuk sekolah Islam bisa lebih lama karena ada beberapa pelajaran tambahan seperti bahasa arab, aqidah akhlak, fikih dan beberapa pelajaran tambahan lainnya. Ada beberapa sekolah yang memberikan kesempatan ulangan susulan bagi siswanya yang nilainya kurang. Biasanya ada selang kurang lebih 1 minggu dari terakhir ulangan sama penerimaan rapot sekolah. kapan biasanya orang tua mulai merencanakan untuk sunat putra nya?, iya bisanya itulah pertanyaan yang muncul. Seperti biasa sehabis ulangan sekolah anak-anak sudah tidak ada pelajaran lagi. Mereka ke sekolah hanya absen aja, bersih-bnersih kemudian pulang. Jadi hampir tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar di sekolah, hanya menunggu penerimaan rapot aja sampai anak-anak liburan sekolah. Di saat anak-anak selesai ulangan inilah ana-anak bisa di rencanakan untuk proses sunat atau khitan. Terus bagaimana sekolahnya, ya tinggal ijin sama guru kelasnya, toh juga sudah tidak ada pelajaran lagi tinggal menuggu rapotan aja. Jadi seperti biasa di rumah sunat al ikhwah sesetan sudah mulai banyak pasien sunat di saat anak sudah mulai selesai ulangan sekolah. Di saat inilah rumah sunat mulai banyak di datangi orang tua yang mau mendaftarkan sunat atau hanya sekedar mencari informasi tentang sunat. Banyak juga yang daftar sunat lewat no telp yang ada di rumah sunat atau bisa juga lewat whatsapp atau SMS juga bisa. Konsultasi maupun daftar sunat bisa telp Whatsapp atau SMS, semuanya bisa. Untuk masalah tarif masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, belum berubah. Kami memang senior atau paling lama dalam hal berdirinya rumah sunat atau tempat sunat di Bali, akan tetapi bukan berarti kami paling mahal, bukan, kami dari awal berkhidmad untuk membantu masyarakat khususnya masyarakat di Bali, dengan tidak mengenal latar belakang apapun untuk menuju hidup yang lebih bersih hygene dan sehat melalui pelayanan khitan atau sunat. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih bersih dan sehat, usia berapapun bisa. Mulai dari bayi baru lahir sampai usia kakek-kakek pun bisa. Pasien kami mulai usia bayi 0 tahun sampai kakek usia 90 tahun pernah kami tangani. Laki-laki atau perempuan juga bisa. Sebagaimana beberapa masyarakat Muslim ada yang mengambil pendapat ulama bahwa perempuan juga wajib di sunat, maka biasanya di saat anak perempuan lahir, langsung di sunat, atau pada usia batita atau balita. Jadi , tunggu apalagi, bagi orang tua yang putranya sudah siap untuk di sunat alangkah baiknya segera menghubungi rumah sunat al ikhwah sesetan bali untuk mendaftarkan anaknya  sunat. Seperti biasa di rumah sunat al ikhwah selalu ramai pasien sunat saat liburan sekolah, alangkah baiknya apabila orang tua mendaftar kan beberapa hari sebelum sunat, atau saat anak sudah siap sunat segera hubungi rumah sunat untuk di jadwal. Semoga kami bisa selalu memberikan yang terbaik dalam hal khitan atau sunat ini kepada masyarakat.

Selasa, 12 November 2019

NABI MUHAMMAD SAW LAHIR TELAH DALAM KEADAAN SUNAT

Muncul pertanyaan dalam diri kita tentang Rosululloh SAW apakah di sunat , atau Rosulullah SAW lahir dalam keadaan telah di sunat?
Terdapat beberapa pendapat para ulama dalam masalah khitan Muhammad Shalalahu alaihi wasallam. Sebagian ulama berpendapat bahwa beliau telah dikhitan sejak lahir. Artinya, beliau lahir dalam keadaan telah dikhitan.
Namun, ada pula yang menuturkan sebagai berikut, “Kakeknya, Abdul Muththalib, mengkhitannya pada hari ketujuh setelah kelahirannya. Setelah itu, ia mengadakan jamuan khusus dan memberinya nama Muhammad.”
Sedangkan pendapat yang dipandang kuat oleh para ulama besar adalah yang menyebutkan bahwa Muhammad Shalalahu alaihi wasallam dilahirkan dalam keadaan sudah dikhitan.
Beberapa hadist yang menjelaskan tentang permasalahan apakah Nabi Muhammad telah sunat ada banyak akan tetapi kebanyakan lemah, salah satu hadist nya adalah :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: رَسُلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : مِنْ كَرَامَتِيْ عَلَى اللهِ أَنْ وُلِدْتُ مَخْتُوْنًا وَلَمْ يَرَ أَحَدٌ سَوْأَتِيْ
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Termasuk bagian karamahku (kemuliaanku) dari Allah, aku dilahirkan dalam keadaan telah dikhitan, dan tidak seorang pun melihat auratku.
Keterangan: hadits ini diriwayatkan oleh at-Thabarani dalam as-Shagir dan al-Ausath, di dalamnya ada Sufyan Ibnul-Fazari, sedangkan dia perawi yang tertuduh dusta (Majma’ az-Zawa’id, 3/392). Demikian juga hadits-hadits yang semakna, semuanya lemah [Imam Adz-Dzahabi dalam Talkhis-nya berkata, “Kami tidak mengetahui keabsahan hadits tersebut, bagaimana mungkin dapat dikatakan mutawatir?” Adapun perkataan (sebagian ulama) hadits tersebut mutawatir maksudnya adalah hadits tersebut sangat masyhur/terkenal, karena terdapat banyak hadits dalam hal ini. (Nadhmul Mutanatsir, hal. 243)]
 Dalam Hadist lain Nabi salallahu’alaihiwasalam menjelaskan:
 الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَتَقْلِيْمُ الأََظْفَارِ وَقَصُّ الشَّارِبِ
Artinya:
Fithrah itu ada lima :
1.    Khitan,
2.    mencukur rambut kemaluan,
3.    mencabut bulu ketiak,
4.    memotong kuku,
5.    dan memotong kumis .
( HR. Al-Bukhary & Muslim )

dalam Hadist lain menjelaskan:
 اخْتَتَنَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام وَهُوَ ابْنُ ثَمَانِينَ سَنَةً بِالْقَدُومِ
Artinya:
Ibrahim ‘alaihissalam telah berkhitan dengan qadum (nama sebuah alat pemotong) sedangkan beliau berumur 80 tahun . ( HR. Al-Bukhary Muslim )
Khitannya Nabi Ibrahim juga tercantum di dalam kitab Perjanjian Lama :
haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.(Perjanjian Lama, Kejadian 17 : 11 ),

& Putra beliaupun nabi ishak di khitan umur 8 hari..
Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. (Kejadian 21:4)

dan ini juga merupakan syari’atnya Nabi Musa. Oleh karena itu Nabi Isa pun berkhitan karena beliau mengikuti syari’atnya Nabi Musa:
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Injil Lukas 2 : 21).
 telah jelas masalah Khitan, Maka Nabi bersabda secara Tegas.
 أَلْقِ عَنْكَ شَعْرَ الْكُفْرِ وَاخْتَتِنْ

Hilangkan darimu rambut kekafiran ( yang menjadi alamat orang kafir ) dan berkhitanlah .
( HR. Abu Dawud , dan dihasankan oleh Syeikh Al-Albany )


Jadi yang jelas dan tegas bahwa perintah khitan ini sudah ada sejak jaman Nabi Ibrahim. Tentunya Nabi Muhammad sebagai penyempurna dan paripurna dari kenabian sebelumnya mengikuti jalan atau milah yang telah di tetapkan sebelumnya. Dan tentunya sebagai umat Islam di wajibkan untuk melakukan Khitan atau sunat ini. Dalam suasana maulid Nabi Muhammad SAW ini mari kita tauladani Uswah Khasanah kita Rosulullah Muhammad SAW dan senantiasa ber Sholawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW

Senin, 11 November 2019

SUNAT TANPA JARUM SUNTIK

SUNAT TANPA JARUM SUNTIK

Sunat dengan metode bius tanpa jarum suntik sudah lama kita dengar. Sejak beberapa tahun terakhir ini berkembang  metode hypnosis, yang mana sangat aplikatif sekali di terapkan di dunia pembiusan.  Bahkan beberapa ahli hipnoterapi berani melaksanakan tindakan operasi murni menggunakan hypnosis, tanpa ada masuk obat anestesi apapun. Dan sebenarnya yang di maksudkan metode tanpa jarum suntik yang benar-benar tanpa jarum suntik adalah metode ini. Sedangkan yang sekarang di promosikan tanpa jarum suntik juga tidak salah, karena memang pada dasarnya memang tidak menggunakan jarum suntik sebagaimana jarum suntik yang di takutkan anak-anak atau bahkan orang dewasa sekalipun. Alat yang di pakai adalah semacam alat seperti ballpoin yang bisa dengan cepat menyuntikkan obat bius dengan dosis tertentu sedikit ke kulit yang di tuju, hanya sebagai bius awal saja. Akan tetapi pada dasarnya tetaplah ada jarum yang di suntikkan ke kulit, jadi tidaklah sama sekali tidak ada jarum yang di suntikkan.  Salah satu manfaat yang di dapatkan juga anak atau pasien sunat tidak melihat bentukan alat yang menakutkan berupa jarum suntik. Hal ini memberikan efek psikologis yang sangat luar biasa. Dalam ilmu hypnosis pengaruh sugesti sangat luar biasa memberikan support yang luar biasa pada seseorang yang membuat seseorang yang awalnya tidak berani menjadi berani, yang awalnya takut menjadi tidak takut, yang awalnya fobia menjadi tidak fobia. Kembali pada sunat tanpa jarum suntik tadi, bahwa prinsipnya adalah memeberikan pendekatan kepada pasien sesuai dengan tingkat pemahaman pasien dan tingkat pengetahuan pasien akan tindakan medis yang akan di lakukan. Hal ini sangat bergantung pada banyak factor, seperti usia pasien, tingkat social ekonomi, pendidikan, budaya, religius dan beberapa pendekatan yang lainnya. Sebagai contoh kita akan memberikan penjelasan yang berbeda ketika pasien yang kita tangani anak-anak dan pasien yang kita tangani orang dewasa. Ketika pasien anak-anakpun tidak semuanya sama tingkat psikologinya, bahkan orang dewasapun juga berbeda. Adakalanya pasien dewasa ada yang sangat ketakutan ketika melihat jarum suntik. Dalam hal ini seorang dokter yang memiliki pengalaman dan jam terbang yang tinggi dalam menghadapi pasien akan memperlihatkan tingkat kualitas yang jauh lebih tinggi. Dari sini kami bisa menarik benang merahnya bahwa sebenarnya metode tanpa jarum suntik yang sebenar-benarnya adalah yang memakai tehnik hypnosis murni tanpa memasukkan obat bius apapun. Akan tetapi ketika kita mengklaim memakai metode tanpa jarum suntik pun juga sah sah saja dan tidak ada masalah, yang penting bagaimana kita sebagai tenaga medis khusus sunat bisa memberikan pelayanan yang  terbaik pada pasien-pasien kita yang telah memberikan kepercayaan yang luar biasa kepada kita. Salam sehat dan bersih selalu dari kami Rumah Sunat  Al Ikhwah Bali